Solo Siapkan Sekolah Tatap Muka, 121 Angkot Akan Jemput Siswa

Nani Suherni · Jumat, 09 Oktober 2020 - 17:15:00 WIB
Solo Siapkan Sekolah Tatap Muka, 121 Angkot Akan Jemput Siswa
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo saat memberikan keterangan soal empat tenaga medis yang positif Covid-19 dari hasil tes swab di Solo, Selasa (2/6/2020). (Foto: Antara)

SOLO, iNews.id - Persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk sekolah di Kota Solo pada masa pandemi Covid–19, terus dimatangkan. Nantinya Dinas Perhubungan diminta menyediakan transportasi angkutan kota feeder sebanyak 121 unit.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, mengatakan, perlu persiapan matang, terencana, dan terkoordinasi dengan baik. Dia pun memastikan, pelaksanaan ini masih simulasi.

“Proses belajar mengajar sesuai protokol kesehatan, kami mulai dengan simulasi dahulu selama seminggu untuk setengah kelas, dan separuhnya seminggu kemudian. Ini untuk mencegah penyebaran virus Covid–19,” kata pria yang akrab disapa Rudy itu dilansir website resmi Pemprov Jateng, Jumat (9/10/2020).

Semua personel di sekolah termasuk guru dan karyawan, lanjut Rudy, harus menjalani rapid test sebelum dilakukan pembelajaran. Sterilisasi semua alat belajar mengajar dilakukan dengan penyemprotan desinfektan.

Dia juga meminta Dinas Perhubungan menyediakan transportasi angkutan kota feeder sebanyak 121 unit. Feeder ini untuk penjemputan anak sekolah yang tidak bisa dijemput orang tua karena bekerja.

Angkot yang dipergunakan maksimal bisa diisi enam siswa dengan pengaturan tempat duduk. Sedangkan pengemudi serta asisten pengemudi bertanggung jawab terhadap protokol kesehatan sebelum siswa naik, di dalam mobil serta saat turun dari mobil.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta Ety Retnowati menguraikan mekanisme yang akan ditempuh, mulai dari sosialisasi simulasi diawali dengan meminta persetujuan orang tua murid agar anaknya ikut dalam simulasi pembelajaran PTM. Kemudian, penyiapan sekolah dari semua segi kita lakukan, antara lain dengan penyusunan kurikulum penyesuaian, pengaturan kelas belajar, pengaturan waktu belajar, penyusunan protokol berangkat dan pulang sekolah, kantin dan akses PKL luar sekolah ditutup.

“Di lingkungan sekolah, bekal dan penyiapan kelengkapan pribadi sekolah, seperti APD, masker, face shield, hand sanitizer, sapu tangan pribadi, bahan sosialisasi dan media informasi serta akses layanan kesehatan terdekat,” ucapnya.

Editor : Nani Suherni