Sri Sultan Akan Tutup Pintu Masuk Pemudik ke Yogyakarta

Kuntadi ยท Kamis, 23 April 2020 - 09:52 WIB
Sri Sultan Akan Tutup Pintu Masuk Pemudik ke Yogyakarta
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X. (Foto: Antara/Luqman Hakim)

YOGYAKARTA, iNews.id - Larangan mudik ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dari zona merah Covid-19 akan segera diterapkan. Saat ini Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X masih menunggu regulasi tertulis dari pemerintah pusat untuk menutup akses masuk ke wilayahnya.

Kepala Dinas Perhubungan DIY Tavip Agus Rayantoe mengatakan, hal yang menjadi perhatian dari DIY saat ini yakni daerah mana saja yang menjadi zona merah dan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Karena saat ini, selain Jabodetabek, ada beberapa daerah yang juga telah menerapkan PSBB.

“Hari ini pusat sedang membahas mengenai regulasi tersebut. Mungkin besok atau lusa kita akan tahu hasilnya seperti apa,” ujar Tavip dikutip website resmi Pemda Jogja, Kamis (23/4/2020).

Dia menuturkan, pada hari biasa, jumlah pemudik mencapai angka sekitar 22 juta orang. Di tengah pandemi ini, jumlah pemudik ke DIY per dua minggu yang lalu mencapai sekitar 81.000 orang yang tercatat menggunakan transportasi kereta api, pesawat dan bus.

Jumlah tersebut 7 persen dari total perantau yang ada di Jabodetabek. Menurut survey, saat ini ada 36 persen perantau yang belum mudik, dan lebih dari 50 persen yang memutuskan untuk tidak mudik. Tentunya yang menjadi perhatian besar saat ini adalah 36 persen perantau ini.

Dia menuturkan, sejak 24 Maret 2020 lalu, pihak Dishub DIY telah memperketat jalur masuk ke DIY. Namun dengan adanya perintah lisan dari presiden ini, Dishub beserta seluruh elemen yang berwenang memperketat penjagaan di titik-titik yang dilalui pemudik. Semula, perhari hanya dijaga selama 1 shift.

Namun saat ini mulai diberlakukan penjagaan selama 24 jam dengan pembagian 3 shift. Satu shift yang bertugas sejumlah 25 personel yang berasal dari TNI, Kesehatan, Polri, Satpol PP, dan Dishub. Tavip mengungkapkan, ada pengetatan dan penyempitan akses masuk ke DIY.

"Dari tiga titik yang di jaga yaitu Tempel, Prambanan dan Kulonprogo, 2 titik di antaranya dilakukan penutupan jalur untuk mempersempit akses," ucapnya.

Pemudik dari arah Semarang yang lewat Tempel harus melalui jalur utama. Oleh karenanya, dari Tempel ke arah Cangkringan jalur ditutup, dengan tujuan agar kendaraan melalui pintu pemeriksaan. Pemudik dari arah barat juga harus melalui jalur utama. Ada penutupan jalan di pintu masuk terowongan Deandless. Pemudik harus belok kiri melewati jalur utama untuk masuk ke Bantul atau Yogyakarta.

“Pemeriksaan ini memang hanya di tiga titik. Kalau semua titik tentunya SDM kita tidak mencukupi. Jadi untuk menyiasati, jalan-jalan tikus atau jalan kecil ini kita serahkan penangannya ke kabupaten. Surat perintahnya sudah kita siapkan,” ucap Tavip.

Lebih lanjut Tavip menjelaskan, apabila terpaksa ada yang lolos dari pemeriksaan, maka akan diserahkan kepada pihak perangkat desa setempat. Namun, tentunya dengan regulasi ini diharapkan masyarakat patuh untuk menjalankan sebagaimana ketentuan dari pemerintah.


Editor : Nani Suherni