Tak Hanya di Rembang, Siswa Sekolah Sendirian Juga Ditemukan di Pekalongan

Suryono Sukarno ยท Rabu, 29 Juli 2020 - 09:42 WIB
Tak Hanya di Rembang, Siswa Sekolah Sendirian Juga Ditemukan di Pekalongan
Dzul Faqor Risqi Islamy Al Ghazy (13) belajar dengan guru di sekolah (Foto: iNews/Suryono Sukarno)

PEKALONGAN. iNews.id - Belajar sendiri ke sekolah tidak hanya dilakukan pelajar SMP di Rembang. Aksi serupa juga terjadi di Pekalongan, Jawa Tengah.

Dzul Faqor Risqi iIslamy Al Ghazy (13) seorang siswa kelas 7 SMPN 2 Tirto, Pekalongan nekat berangkat ke sekolah sendirian. Tekadnya untuk mencari ilmu dan agar tidak ketinggalan pelajaran membuat dia berangkat sekolah selama tiga hari ini.

Dzul rupanya tidak punya smartphone untuk belajar online. Bahkan, dia sempat menangis ke guru agar diizinkan belajar tatap muka di kelas meski hanya sendirian. Dia berangkat ke sekolah menggunakan sepeda dengan waktu hanya lima menit perjalanan dari rumahnya di Desa Tanjung.

Anak dari pasangan Tarjo dan Winarsih ini ngotot ke sekolah meski harus belajar sendirian. Ayah dan ibun Dzul bekerja sebagai buruh, sehingga tak mampu membelikan putra keempatnya ini smartphone untuk belajar online.

"Kalau ke sekolah juga belajar lebih mudah daripada di rumah," kata Dzul.

Namun, Dzul memiliki semangat belajar yang tinggi. Dia juga bercita-cita menjadi astronot.

"Pengen jadi astronot," ucapnya.

Kedatangan Dzul rupanya disambut Kepala SMPN 2 Tirto dan guru wali kelas dan kepala perpustakaan. Dzul belajar mulai pukul 08.00 sampai jam 12.00.

"Jadi pas kami tanya dia datang ke sekolah karena enggak ada handphone, jadi ke sekolah. Kami tetap layani," kata Kepala SMPN 2 Tirto, Khoirul Huda.

Saat ini jumlah siswa kelas 7 di sekolah tersebut yakni 137 siswa. Sedangkan jumlah keseluruhan terdapat 435 siswa. Sekitar 10 persen siswa mengalami hal yang serupa dengan Dzul dan sekaloh harus memberikan pelayanan pendidikan dengan maksimal.

"Kami tetap membuka peluang bagi mereka yang tidak memiliki fasilitas HP untuk bisa belajar di sekolah," katanya.


Editor : Nani Suherni