Tampil di Unes, La Nyalla: Jangan Lahirkan Nilai Kebangsaan Semu

Ary Wahyu Wibowo · Sabtu, 09 Oktober 2021 - 17:58:00 WIB
Tampil di Unes, La Nyalla: Jangan Lahirkan Nilai Kebangsaan Semu
Ketua DPD La Nyalla Mahmud Mattalitti tampil di hadapan BEM Unes, Sabtu (9/10/2021). (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Ketua DPD AA La Nyalla Mahmud Mattalitti membahas sejumlah persoalan saat tampil di hadapan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Semarang (Unes) secara daring, Sabtu (9/10/2021). Salah satunya masalah kebangsaan hingga pentingnya melakukan amendemen konstitusi.

"Saya senang dan bangga, kampus dan para mahasiswa masih mau membicarakan salah satu persoalan fundamental bangsa ini, yaitu nilai kebangsaan dan kebhinekaan," tuturnya dalam kegiatan secara daring yang mengangkat tema 'Aktualisasi Nilai Kebangsaan dalam Merajut Kebhinekaan' itu.

Senator asal Jawa Timur ini menjelaskan, nilai kebangsaan dan kebhinekaan mulai luntur belakangan ini. Bahkan, saat ini berubah makna dan fungsi dan hanya menjadi jargon politik semata. 

"Padahal nilai-nilai kebangsaan penting untuk dibumikan. Karena, nilai-nilai kebangsaan adalah jati diri bangsa, sekaligus benang merah untuk melihat sejarah lahirnya bangsa dan negara ini," katanya. 

Dia menegaskan, jika nilai-nilai dari Pancasila telah berubah makna atau sudah tidak sejalan dengan bunyi pasal-pasal dalam Undang-Undang Dasar yang telah mengalami empat kali perubahan di tahun 1999 hingga 2002 lalu, yang terjadi hanyalah nilai kebangsaan semu.

"Kebangsaan semu akan terjadi bila kebhinekaan hanya diwujudkan dengan keberagaman yang semu melalui acara-acara seremonial. Ini adalah nilai kebangsaan yang palsu, yang hanya sebatas etalase dan jargon," katanya.
 
La Nyalla menjelaskan, Pancasila memang karya luhur para pendiri bangsa yang luar biasa. Indonesia bersyukur bangsa ini telah bersepakat untuk tidak mengubah isi Pembukaan UUD yang di dalamnya terkandung Pancasila. 

"Saya sering katakan di beberapa kesempatan, bahwa bila Pancasila kita terapkan dengan benar dan konsekuen, maka negara ini akan menjadi negara yang besar. Karena memang Pancasila adalah way of life yang paling tepat dan sesuai dengan DNA bangsa Indonesia," katanya. 

Namun, bila Pancasila hanya dibacakan saja di upacara dan peringatan hari kelahirannya tanpa dibumikan, ini ibarat raga tanpa jiwa. 

"Pancasila akan menjadi zombie alias walking dead. Apalagi jika kita lihat dan cermati isi amendemen konstitusi yang terjadi di tahun 1999 hingga 2002 silam. Kita telah mengubah banyak pasal, yang nyaris tidak nyambung lagi dengan nilai-nilai dan butir-butir Pancasila sebagai ideologi bangsa," katanya.

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: