Tawuran Pemuda 2 Desa di Rembang saat Malam Takbiran Idul Adha, 1 Korban Tewas

Musyafa ยท Jumat, 31 Juli 2020 - 16:21 WIB
Tawuran Pemuda 2 Desa di Rembang saat Malam Takbiran Idul Adha, 1 Korban Tewas
Suasana rumah korban tewas saat tawuran di Desa Lodan Wetan Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Jumat (31/7/2020). (Foto: iNews/Musyafa Musa)

REMBANG, iNews.id – Seorang pemuda tewas saat tawuran antarkelompok yang melibatkan warga Desa Lodan Kulon dengan warga Desa Lodan Wetan, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Kamis malam (30/7/2020), sekitar pukul 23.00 WIB. Ironisnya, keributan itu terjadi bersamaan dengan malam takbiran Idul Adha.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan iNews dari sekitar tempat kejadian perkara (TKP) menyebutkan, perkelahian para pemuda dari dua desa itu sudah diawali sejak Kamis sore. Pemicunya diduga karena suara gas sepeda motor yang digeber-geber sehingga memancing ketegangan. Pada perkelahian pertama ini, pemuda Desa Lodan Wetan sempat terdesak dan memilih kembali ke kampungnya.

Namun, Kamis malam, sekelompok pemuda Desa Lodan Wetan bersama rekan-rekannya dari warga desa lain bergabung melakukan aksi pembalasan. Mereka mendatangi Desa Lodan Kulon, akhirnya tawuran pun pecah. Akibatnya, seorang pemuda warga Desa Lodan Wetan, Kasidin (23), tewas karena mengalami luka cukup parah.

Tokoh warga Desa Loda Kulon, Ahmad Kholid Suyono, mengatakan, semua pihak mempunyai tanggung jawab untuk mewujudkan kedamaian. Menurutnya, perlu ada pencegahan bersama sehingga tidak lagi muncul dendam dan sikap saling mencaci pascaperistiwa tersebut.

"Di kala banyak orang terkonsentrasi pada penanggulangan pandemi Covid-19, kenakalan remaja jadi kurang terpantau. Salah siapa, ya nggak ada yang bisa disalahkan. Soalnya banyak anak-anak muda yang nongkrong-nongkrong di sini. Perlu ada solusi bersama untuk pencegahan, kemudian difasilitasi oleh pemerintah dan aparat terkait," kata Kholid.

Dihubungi terpisah, tokoh masyarakat Desa Lodan Wetan sekaligus Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Lodan Wetan, Hazim menuturkan, selama ini hubungan masyarakat antara Lodan Wetan dengan Lodan Kulon yang saling bertetangga, secara umum tidak pernah muncul masalah mencolok. Bahkan kehidupan sehari-hari terbilang rukun. Dia menilai tawuran yang terjadi Kamis malam hanya melibatkan sekelompok anak-anak muda.

"Kita saling bersaudara, lha wong kalau pas salat Jumat, warga Lodan Wetan dan Lodan Kulon jadi satu ya biasa kok. Justru masyarakat kedua desa ya kaget kalau ada peristiwa tawuran itu," katanya.

Hazim berharap kejadian tawuran yang memakan korban jiwa ini, tidak terulang lagi. "Saya berharap nggak ada lagi, muda-mudahan kejadian yang terakhir," ujar Hazim.

Sementara itu, jenazah Kasidin, korban tawuran dimakamkan di pemakaman umum Desa Lodan Wetan, Jumat siang (31/7/2020), seusai salat Jumat. Kasus tersebut saat ini masih ditangani oleh aparat kepolisian setempat.


Editor : Maria Christina