Tegal Lockdown, Begini Suasana Malam di Kota Bahari

Kastolani ยท Kamis, 26 Maret 2020 - 23:03 WIB
Tegal Lockdown, Begini Suasana Malam di Kota Bahari
Suasana jalan protokol di Kota Tegal gelap gulita akibat lampu PJU dipadamkan. (Foto: repro.infotegal)

TEGAL, iNews.id - Selain akan menerapkan kebijakan lockdown lokal dengan menutup semua jalur perbatasan, Kota Tegal juga memberlakukan pemadaman lampu penerang jalan umum (PJU) di beberapa titik.

Pemadaman PJU itu sudah dilakukan sejak Rabu (25/3/2020) malam mulai pukul 22.00 WIB. Lampu-lampu PJU yang dimatikan rata-rata di kawasan yang biasa ramai dikunjungi warga di antaranya di Alun-alun depan Masjid Agung dan kompleks Balai Kota, Jalan RA Kartini, Jalan KS Tubun, dan Jalan Pancasila arah Stasiun Tegal.

Suasana jalan protokol di Kota Tegal. (Foto: repro infotegal)
Suasana jalan protokol di Kota Tegal. (Foto: repro infotegal)

“Ya, sudah dua hari ini Tegal gelap. Semua lampu-lampu dimatikan termasuk lampu jalan,” kata warga Tegal, Ajis, Kamis (26/3/2020).

Dia menilai kebijakan Pemkot Tegal mencegah penyebaran virus corona dengan memadamkan lampu PJU agar tidak ada aktivitas warga sangat tegas. “Tegas banget pak wali. Tidak main-main,” ucapnya.

Sebelumnya, kebijakan Pemkot Tegal yang akan melakukan lockdown local selama empat bulan mulai 30 Maret hingga 30 Juli 2020 menuai reaksi masyarakat. Mereka memprotes kebijakan tersebut yang dinilai terlalu berlebihan.

Kondisi jalan protokol di Kota Tegal gelap gulita. (Foto: Repro. Infotegal)
Kondisi jalan protokol di Kota Tegal gelap gulita. (Foto: Repro. Infotegal)

Keputusan berani Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono menutup semua akses kota itu setelah satu pasien dalam pengawasan (PDP) dinyatakan positif terinfeksi virus corona (Covid-19).

Pasien laki-laki berusia 34 tahun warga Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal itu saat ini masih dirawat intensif di RSUD Kardinah Tegal. Pasien itu baru pulang dari Dubai, Uni Emirate Arab, 16 Maret 2020 lalu.

“Berita yang sangat memprihatinkan , Bahwa Pasien, laki-laki, berusia 34 tahun, yang beralamat dari kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur, Pada Hari ini sudah dinyatakan positif Covid-19” kata Dedy Yon saat konferensi pers di pendapa Ki Gede Sebayu Balai Kota Tegal, Rabu (25/3/2020) malam.

Menanggapi keputusan tersebut, warga Kota Tegal langsung bereaksi. Mereka menilai lockdown harus disertai kebijakan lain yang tidak merugikan masyarakat terutama di sesektor ekonomi rakyat kecil.

“Jgn bicara lokdan lokdon kalo pemkot tidak mampu menanggung biaya tinggi akibat lockdown bagi warga yg terdampak. Ini serius bro,” tulis Yunibar di akun @yunibarsurya.


Editor : Kastolani Marzuki