Teror Warga Kudus, Ribuan Ulat Bulu Penuhi Atap Rumah hingga Antena TV

Nur Choiruddin ยท Selasa, 28 Januari 2020 - 18:15:00 WIB
Teror Warga Kudus, Ribuan Ulat Bulu Penuhi Atap Rumah hingga Antena TV
Ribuan ulat bulu menyerang permukiman rumah warga di desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng). (Foto: iNews.id/Nur Choiruddin)

KUDUS, iNews.id - Ribuan ulat bulu menyerang permukiman rumah warga di desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng). Warga mulai resah karena ulat bulu mulai masuk ke dapur hingga kamar tidur.

Dari pengamatan di lapangan, ribuan ulat bulu itu merambat ke genteng rumah hingga memenuhi antena televisi milik warga. Menurut keterangan warga, seragan ulat tersebut sudah terjadi sejak dua hari lalu. Diduga ulat bulu itu berasal dari perkebunan sebelah perkampungan rumah warga.

Di kebun tersebut terdapat pohon waru landak yang dijadikan sarang ulat bulu. Saat ini warga berusaha membakar ranting di perkebunan tersebut. Namun setelah dibakar, ulat bulu semakin pindah kepermukiman warga yang berdekatan dengan kebun.

Ribuan ulat bulu menyerang permukiman rumah warga di desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng). (Foto: iNews.id/Nur Choiruddin)
Ribuan ulat bulu menyerang permukiman rumah warga di desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng). (Foto: iNews.id/Nur Choiruddin)


Salah satu warga Vira Dahliati mengaku ini merupakan serangan ulat bulu yang paling parah sejak tiga hari lalu. Dia sudah mengadu ke pihak berwenang tetapi diminta melapor ke sejumlah instansi lain.

"Saya ke balai desa disuruh ke BPBD. Dari sana saya diantar ke Dinas Pertanian dari situ saya dianter lagi ke Dinas Perkebunan," ujarnya, Selasa (28/1/2020).

Dari Dinas Perkebunan, Vira hanya dikasih obat untuk membasmi ulat bulu. Dia pun kecewa karena yang diharapkannya petugas yang bergerak bukan menyuruh warga kembali.

"Yang pentingkankan sarangnya dulu dibasmi. Tapi malah bilang ini petugasnya pada keluar bu. Ya akhirnya saya balik lagi," kata Vira.

Karena belum dapat perhatian dari pihak terkait, warga berinisiatif untuk iuran membeli obat pembunuh serangga. Saat ini serangan ulat bulu mulai berkurang, namun di sarangnya terlihat masih banyak ulat bulu yang menempel di pepohonan.

Sejumlah warga juga mengaku mulai diserang gatal-gatal akibat bulu ulat-ulat tersebut.

Editor : Nani Suherni

Bagikan Artikel: