Tersengat Listrik, 1 Pekerja Proyek Jembatan di Salatiga Tewas dan 3 Luka Berat

Lurisa Lulu ยท Selasa, 06 Agustus 2019 - 13:09 WIB
Tersengat Listrik, 1 Pekerja Proyek Jembatan di Salatiga Tewas dan 3 Luka Berat
Warga menunjukkan lokasi empat pekerja proyek jembatan tersengat listrik di Kelurahan Bugel, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Jawa Tengah, Selasa (6/8/2019). (Foto: iNews/Lurisa Lulu)

SALATIGA, iNews.id – Proyek pembangunan jembatan Kemiri Candi, Kelurahan Bugel, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng), menelan korban jiwa. Satu pekerja proyek tewas dan tiga lainnya luka berat setelah tersengat aliran listrik, Senin (5/8/2019).

Korban yang tewas bernama Boni Satrio Wibowo (44), warga Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang. Sementara tiga pekerja yang luka-luka, yakni Muh Bahrodin (38), warga Dusun Pandean, Kelurahan Wonologo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang; Muh Imanudin (41), warga Kelurahan Kecandran, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, dan Busri Waluyo (35), warga Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang.

Informasi yang diperoleh, insiden itu terjadi saat para pekerja tengah mengerjakan proyek Jembatan Kalisawo. Kendaraan pengangkut bahan cor beton hendak menurunkan muatan box culvert menggunakan truk crane.


Saat proses penurunan, katrol crane tersangkut pada kabel listrik bertegangan tinggi dan menimbulkan percikan api. Nahas, empat pekerja yang sedang memegang kawat baja pada bagian box culvert ikut tersengat listrik.

Keempat korban langsung dilarikan ke RSUD Salatiga untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun sayang, satu korban bernama Boni Satrio sudah tidak bisa diselamatkan. Sementara tiga korban lainnya, yakni Bahrodin, Imanudin, dan Waluyo mengalami luka berat dan hingga kini masih dirawat.

“Saya di sana saat kejadian kemarin. Terdengar ledakan dan ada percikan api besar. Para pekerja itu langsung terkapar semua. Yang meninggal ada satu orang dan pekerja lainnya luka parah,” kata saksi mata, Edi Sutanto, Selasa (6/8/2019).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pemkot Salatiga Agung Hendratmiko mengatakan, atas kejadian tersebut, pihaknya telah meminta rekanan pelaksana proyek, PT Telogo Makmur, untuk bertanggung jawab. Pelaksana proyek diminta memberikan santunan kepada ahli waris pekerja yang tewas dan kepada para korban yang masih dirawat.

Akibat insiden tersebut, pengerjaan proyek pembangunan jembatan Kalisawo itu terpaksa dihentikan sementara. Polisi hingga kini masih melakukan penyelidikan mengenai penyebab insiden yang menyebabkan korban jiwa itu, apakah ada unsur kelalaian atau murni kecelakaan kerja.


Editor : Maria Christina