Uang Nasabah Rp5 Miliar Diduga Dibawa Kabur Oknum Karyawan BMT di Banyumas

Saladin Ayyubi ยท Kamis, 18 Juni 2020 - 22:44:00 WIB
Uang Nasabah Rp5 Miliar Diduga Dibawa Kabur Oknum Karyawan BMT di Banyumas
Ratusan nasabah mendatangi kantor BMT Insan Mandiri di Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Bannyumas, Jawa Tengah, Kamis (18/6/2020). (Foto: iNews/Saladin Ayyubi)

PURWOKERTO, iNews.id – Ratusan nasabah mendatangi kantor Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Insan Mandiri di Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Bannyumas, Kamis (18/6/2020). Kedatangan mereka untuk menanyakan uang sekitar Rp5 miliar milik para nasabah yang tidak bisa dicairkan. Mereka menduga uang tersebut dibawa kabur oleh oknum karyawan BMT.

Salah satu nasabah, Eko Daryono mengatakan, banyak nasabah yang telah menitipkan uangnya ke BMT Insan Mandiri dengan alasan aman dan mendapat bunga yang tinggi.

“Ada yang menyimpan uangnya dalam bentuk deposito hingga ratusan juta, bahkan ada yang sampai Rp1 miliar,” katanya.

Namun, kata dia, permasalahan mulai muncul karena banyak nasabah yang kesulitan untuk mengambil uangnya. Nasabah pun mulai curiga hingga beramai-ramai mendatangi kantor BMT.

“Hanya beberapa uang nasabah saja yang sebagian tercatat dalam sistem keuangan lembaga tersebut,” ucapnya.

Eko mengaku sudah mulai curiga saat akan mencairkan deposito senilai ratusan juta diulur ulur dengan alasan wabah Covid-19.

"Saya kesal saat ingin ambil tabungan dan deposito kok ditunda terus dengan alasan masih Corona, padahal uang untuk kebutuhan selama Covid-19. Karena penasaran saya datang ke kantor ternyata tidak ada duit dan kartu depositonya abal-abal," katanya.

Saat terjadi unjuk rasa, sempat terjadi ketegangan di ruang kantor antara pegawai BMT Insan Mandiri dengan nasabah. Nasabah meminta agar pihak BMT Insan Mandiri ikut bertanggung jawab dalam penggelapan uang nasabah.

Sejumlah anggota TNI dan Polri ikut mengamankan dan menengahi persoalan nasabah. Kasus ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Manager BMT Insan Mandiri, Toidin mengaku kaget karena saat kantor baru buka nasabah sudah terlihat bergerombol untuk mengambil uang mereka secara besar-besaran.

Dia mengaku lebih terkejut lagi karena kartu dan slip setoran berbeda dengan yang dikeluarkan kantor.

Toidin menduga ada oknum karyawannya yang telah menggelapkan uang nasabah dengan nilai lebih dari Rp5 miliar.

Penggelapan uang ini terungkap saat pegawai BMT mengecek tabungan. Ternyata, pelaku  telah memalsukan kartu dan slip setoran dengan cara mencetak sendiri dan tanda tangan manager dipalsukan. Sebab, tidak ada stempel dan nomor seri serta nomor nasabah.

“Pelaku berinisial ES ini diduga mengelabui nasabah dengan cara mencetak sendiri slip setoran dan kartu deposito palsu. Biasanya, kami tiap mengeluarkan slip terbuat dari kertas seperti piagam, namun yang diterima nasabah justru  terbuat dari kertas biasa,” ujarnya.

Editor : Kastolani Marzuki