Update 28 Juni: Kasus Covid-19 di Jateng Tambah 188 Orang, Terbanyak Ke-3 di Indonesia

Nani Suherni ยท Minggu, 28 Juni 2020 - 16:00 WIB
Update 28 Juni: Kasus Covid-19 di Jateng Tambah 188 Orang, Terbanyak Ke-3 di Indonesia
Peta sebaran kasus Covid-19 di Jawa Tengah

JAKARTA, iNews.id - Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jawa Tengah (Jateng) bertambah 188 orang menjadi 3.482 orang per Minggu (28/6/2020). Jumlah pasien sembuh juga meningkat 14 orang.

Dari laporan media harian Covid-19, kasus penambahan di Jateng berada di urutan ketiga setelah Sulawesi Selatan sebanyak 192 kasus dan Jawa Timur 330 kasus. Sementara pasien sembuh tambah 14 orang menjadi 1.066. Kabar baiknya, tidak ada penambahan pasien meninggal akibat Covid-19 atau tetap 150 orang

Sementara, kasus secara nasional, terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona (Covid-19) bertambah 1.198 orang menjadi 54.010 orang. Data tersebut dihimpun Minggu (28/6/2020) pukul 12.00 WIB.

"Selamat sore, hari ini kami kembali melaporkan kinerja data bidang kesehatan yang kami himpun sejak kemarin pukul 12.00 WIB sampai hari ini pukul 12.00 WIB berjenjang dari gugus tugas tingkat kabupaten kota ke provinsi dan seterusnya ke pusat," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam keterangan pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Minggu (28/6/2020).

Dia menuturkan, pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh tercatat 22.936 orang. Ada penambahan 1.027 dibandingkan sebelumnya sebanyak 21.909 orang.

"Tidak menggunakan masker menjadi penyebab utama penularan. Pastikan bahwa kita semuanya patuh, disiplin, konsisten menjalankan protokol kesehatan," ucapnya.

Sementara pasien yang meninggal dunia karena Covid-19, kata dia mencapai 2.754. Ada penambahan 34 dibandingkan sebelumnya sebanyak 2.720 orang.

"Menjaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan, saudara-saudara ini yang harus kita lakukan secara bersama-sama karena dengan cara seperti inilah kita akan bisa mengendalikan keseluruhan dampak di bidang kesehatan dari pandemi Covid-19," katanya.


Editor : Nani Suherni