Waduh, Anggaran Pilkada Solo 2020 Membengkak, Wali Kota: Kami Enggak Punya Uang

Agregasi Solopos ยท Kamis, 04 Juni 2020 - 06:13 WIB
Waduh, Anggaran Pilkada Solo 2020 Membengkak, Wali Kota: Kami Enggak Punya Uang
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo saat memberikan keterangan soal empat tenaga medis yang positif Covid-19 dari hasil tes swab di Solo, Selasa (2/6/2020). (Foto: Antara)

SOLO, iNews.id - Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, menegaskan pemerintah kota sudah tidak punya uang untuk menambah anggaran Pilkada Solo 2020 yang diperkirakan membengkak Rp10,1 miliar. APBD Kota Solo tahun ini sebagian telah dialihkan untuk penanganan pandemi Covid-19.

Sebagaimana diinformasikan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo memperkirakan butuh tambahan anggaran sekitar Rp10,1 miliar. Uang senilai itu untuk penerapan protokol kesehatan guna mencegah persebaran Covid-19 di semua tahapan Pilkada.

Rudy, sapaan akrabnya, menyebut saat ini pemkot sedang kesulitan finansial. Dia pun tidak tahu harus mencari dana dari mana untuk mencukupi kebutuhan anggaran Pilkada Solo 2020 yang membengkak tersebut. Bahkan, saat ini untuk biaya listrik, premi BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan air PDAM, pemkot kini harus berutang.

“Kami enggak punya uang kok. APBD Perubahan juga enggak ada. Bayar BPJS saja utang, listrik utang, telepon, PDAM juga. Semua itu akan kami lunasi maksimal 30 Januari 2021,” katanya, Rabu (3/6/2020).

Untuk anggaran Pilkada 2020, Rudy mengatakan sudah tersedia senilai Rp21 miliar. Dana itu tak diutak-atik saat Pemkot melakukan rasionalisasi guna penanggulangan Covid-19 sesuai surat edaran (SE) dari pemerintah pusat.

Rudy mengaku belum berkoordinasi dengan KPU terkait kebutuhan anggaran Pilkada Solo 2020 yang menggunakan protokol kesehatan tersebut. Hal itu termasuk memperkirakan sumber dana guna mencukupi permintaan tambahan anggaran di KPU itu.

"Ya enggak ngerti (sumber dana dari mana). Belum ada koordinasi dengan KPU. DPRD juga pasti enggak bisa menaikkan juga," ucapnya.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum atau KPU Kota Solo memperkirakan butuh tambahan anggaran sekitar Rp10,1 miliar jika Pilkada Solo jadi digelar 9 Desember 2020 mendatang.

Penambahan anggaran untuk penerapan protokol kesehatan guna mencegah persebaran Covid-19 di semua tahapan pilkada. Penjelasan itu disampaikan Ketua KPU Solo, Nurul Sutarti, saat diwawancarai wartawan via telepon, Selasa (2/6/2020).

“Ada penambahan anggaran karena kesepakatannya harus menggunakan protokol kesehatan Covid-19. Kami sudah rapat, kami sudah menghitung tambahannya berapa. Tapi ini juga belum fix. Sementara (tambahannya) Rp10,1 miliar,” ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Solopos.com dengan judul "Anggaran Pilkada Solo 2020 Membengkak Rp10,1 Miliar, Rudy: Pemkot Sudah Tak Punya Uang!"


Editor : Nani Suherni