Waktu-Waktu Mustajab di Hari Jumat

Kastolani ยท Jumat, 06 Desember 2019 - 05:30 WIB
Waktu-Waktu Mustajab di Hari Jumat
Umat Islam disyariatkan untuk melaksanakan salat Jumat. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id – Jumat merupakan hari istimewa bagi umat Islam. Di hari itu, umat Islam khususnya laki-laki disyariatkan untuk menjalankan salat Jumat.

Dalam sebuah riwayat, hari Jumat disebut juga dengan hari raya umat Islam. Hari Jumat merupakan hari turunnya Nabi Adam as dari Surga ke bumi dan diterima tobatnya oleh Allah SWT. Karena itu, Jumat merupakan hari yang mustajab.

Dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dia berkata; Abu Qasim shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda: "Pada hari Jum'at terdapat waktu, yang tidaklah seorang hamba muslim shalat dan meminta kebaikan kepada Allah, kecuali Allah akan mengabulkannya." Beliau memberi isyarat dengan tangannya. Kami berkata; 'Yaitu beliau menyempitkannya." (HR.Bukhori dan Muslim).

Dalam riwayat lain, Abu Burdah bin Abi Musa al-Asy’ari Radhiyallahu anhu bahwa ‘Abdullah bin ‘Umar Radhiyallahu anhuma berkata padanya, “Apakah engkau telah mendengar ayahmu meriwayatkan hadits dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sehubungan dengan waktu ijaabah pada hari Jum’at?”Lalu Abu Burdah mengatakan, ‘Aku menjawab, ‘Ya, aku mendengar ayahku mengatakan bahwa, ‘Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Yaitu waktu antara duduknya imam sampai shalat dilaksanakan". (HR Muslim).

Ustaz Nur Hamzah dalam kajiannya dikutip dari Pustaka Ilmu Sunni-Salafiyah (PISS-KTB) para ulama' salaf berbeda pendapat mengenai waktu mustajab tersebut.

Ada ulama yang berpendapat bahwa waktu mustajab adalah setelah ashar sampai magrib. Ulama lain berpendapat waktu mustajab di hari Jumat mulai dari keluarnya imam sampai selesai salat (Jumat).

Ada juga yang berpendapat waktu mustajab mulai dari salat Jumat ditegakkan sampai selesai. Ada yang berpendapat mulai munculnya fajar sampai terbitnya matahari dan waqila disembunyikan waktunya pada hari tersebut sebagaimana lailatul qodar.

Menurut Imam Nawawi, pendapat yang benar adalah waktu antara duduknya imam sampai salat dilaksanakan.

Wallahu a'lam.


Editor : Kastolani Marzuki