Wali Kota Solo Minta Jokowi Pikir Ulang soal Kenaikan BPJS Kesehatan

Sindonews, Ary Wahyu Wibowo ยท Jumat, 15 Mei 2020 - 10:49 WIB
Wali Kota Solo Minta Jokowi Pikir Ulang soal Kenaikan BPJS Kesehatan
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo dan Wakilnya Achmad Purnomo (Foto: iNews/Septiyantoro)

SOLO, iNews.id - Rencana pemerintah pusat menaikkan iuran BPJS Kesehatan mengundang reaksi Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo (Rudy). Keputusan itu dinilai tidak tepat di tengah pandemi wabah Covid-19 dan meminta keputusan ditinjau ulang.

“Dalam situasi seperti ini, kalau iuran BPJS dinaikkan tentu kurang pas,” kata Rudy, Kamis (14/5/2020).

Diakuinya, suka atau tidak keputusan itu harus dijalankan karena Presiden memiliki kewenangan mengeluarkan Perpres, Inpres dan PP, suka tidak suka harus dijalankan. Pihaknya menyoroti Perpres 64 Tahun 2020 tentang perubahan kedua atas peraturan presiden nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Dalam aturan itu, lanjut Rudy, jika tidak salah berlaku tahun 2021. Namun di bawahnya disebutkan berlaku setelah ditandatangani. Padahal Perpres itu sendiri ditantangani tahun 2020. Sehingga hal itu menjadi pertanyaan terkait mana yang benar.

“Persoalan Covid-19 seharusnya diselesaikan dulu. Tapi karena Perpres ya mesti dijalankan,” katanya.

Kebijakan yang dikeluarkan diakui membingungkan pemerintah daerah, utamanya terkait Penerima Bantuan Iuran (PBI). Terlepas dari itu, keputusan menaikkan iuran BPJS Kesehatan saat pandemi Covid-19 dinilai tidak tepat.

“Kami tidak tahu yang dipakai yang mana, Perpres atau putusan MA. Putusan MA belum dijalankan lalu keluar Perpres kan jadi membingungkan masyarakat, terutama Pemerintah Daerah,” ucapnya.

Di tengah Covid-19, banyak masyarakat yang terkena PHK, dirumahkan. Bagi peserta mandiri juga tengah mengalami kesulitan mengais rezeki. Sehingga, dirinya mengusulkan agar keputusan itu ditinjau ulang.


Editor : Nani Suherni