Wapres Gibran Tinjau Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Ribuan Warga Mengungsi
TEGAL, iNews.id - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat (6/2/2026) siang. Dalam kunjungan tersebut, Gibran melihat kondisi rumah warga yang rusak serta menyambangi sejumlah tenda pengungsian.
Wapres Gibran mendatangi beberapa lokasi pengungsian untuk memastikan penanganan darurat bencana tanah bergerak berjalan dengan baik. Dia juga melihat langsung kondisi para korban yang terpaksa meninggalkan rumah akibat pergerakan tanah.
Dalam agenda tersebut, Gibran mengunjungi Posko Pengungsian Al Azhar 2. Selain itu, dia juga mendatangi lokasi pengungsian yang berada di rumah salah satu warga yang saat ini menampung sebagian pengungsi.
Tak hanya meninjau posko, Wapres Gibran juga menyambangi langsung area terdampak tanah bergerak di Desa Padasari. Di lokasi tersebut, dia menerima penjelasan dari pemerintah daerah dan pihak terkait mengenai dampak bencana, kondisi terkini, serta langkah penanganan yang telah dan akan dilakukan.
Berdasarkan data terbaru, jumlah pengungsi akibat bencana tanah bergerak Padasari mencapai 1.686 jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.160 merupakan warga lokal dan 526 lainnya adalah santri.
Para pengungsi saat ini tersebar di berbagai lokasi. Mereka menempati rumah warga, majelis taklim, sekolah, hingga pondok pesantren yang berada di sekitar wilayah terdampak bencana tanah bergerak Padasari.
Kehadiran Wapres Gibran disambut hangat oleh warga. Mereka berharap pemerintah dapat mempercepat penanganan serta memberikan solusi jangka panjang atas bencana tanah bergerak Padasari yang terus meluas.
Warga juga berharap pemerintah segera melakukan relokasi ke hunian yang lebih layak dan aman. Kondisi rumah yang terus mengalami kerusakan membuat warga khawatir terhadap keselamatan mereka.
Kepala Desa Padasari, Mashuri, mengatakan jumlah rumah warga yang terdampak terus bertambah. Dia menyebut hampir 500 rumah mengalami kerusakan ringan hingga berat akibat bencana tanah bergerak Padasari.
“Data kerusakan rumah ini semakin hari kian bertambah,” ujarnya, Jumat (6/2/2026).
Editor: Donald Karouw