Investasi Bodong Masih Merebak, Pengamat Ingatkan Tak Ada Kaya secara Instan

Ahmad Antoni, Sindonews ยท Jumat, 19 Juni 2020 - 11:30 WIB
Investasi Bodong Masih Merebak, Pengamat Ingatkan Tak Ada Kaya secara Instan
Ilustrasi investasi bodong

SEMARANG, iNews.id - Praktik investasi bodong masih saja marak terjadi di Jawa Tengah. Kasus paling baru yakni ratusan nasabah menggeruduk kantor BMT Insan Mandiri di Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (18/6/2020).

Mereka kecewa karena tidak bisa mencairkan uang simpanannya yang ditabung dan didepositokan. Diduga uang sekitar Rp5 miliar milik para nasabah ini dibawa kabur pelaku penipuan yang hingga kini masih buron.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Ekonomi asal Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Hardi Winoto , mengatakan, masih maraknya penipuan investasi menunjukkan masyarakat masih mudah tergiur kaya instan. Selama ini orang mudah terkecoh karena iming-iming dengan pendapatan maupun bunga.

“Itu sering terjadi, orang bodoh ingin cepat uangnya bertambah ketemu orang serakah dan cerdik,” kata Hardi Winoto, Jumat (19/6/2020).

Dia meminta agar masyarakat harus lebih hati-hati dan pintar memilih investasi. Hardi menegaskan, tidak ada istilah kaya mendadak dalam investasi, semuanya bertahap.

“Jadi nafsu ingin dapat untung besar tetapi tingkat analisisnya kurang. Orang seperti ini menjadi peluang bisnis bagi pelaku investasi bodong,” kata Wakil Rektor Unimus ini.


Editor : Nani Suherni