Warga Banyumas Mendadak Jadi Penambang Emas saat Sungai Jatum Surut

Saladin Ayyubi ยท Senin, 10 Agustus 2020 - 10:06 WIB
Warga Banyumas Mendadak Jadi Penambang Emas saat Sungai Jatum Surut
Aktivitas penambang emas di sepanjang sungai Tajum di Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Banyumas (Foto: iNews/Saladin Ayyubi)

BANYUMAS, iNews.id - Puluhan warga di Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) mendadak jadi penambang emas. Kondisi sungai yang surut dimanfaatkan warga untuk berburu emas.

Dari pantauan iNews, warga mulai ramai di area sungai sejak awal pekan lalu. Kegiatan ini, menjadi alternatif mata pencaharian setelah sulit mendapat pekerjaan selama pandemi Covid-19. Hasilnya, dalam sehari warga kadang memperoleh emas antara 1 hingga 3 gram.

Aktivitas itu tampak di sepanjang sungai Tajum di Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang. Bahkan, warga luar desa yang mengetahui kondisi sungai yang mengandung bahan emas ini pun ikut mengadu nasib di lokasi tersebut.

Mereka melakukan penambangan di sungai yang surut airnya ini untuk mendapatkan emas. Seperti tahun-tahun sebelumnya, sungai tajum yang surut dampak musim kemarau ini selalu menarik perhatian warga karena kandungan emas di sungai ini.

Proses penambangan tradisional ini hanya bisa dilakukan pada musim kemarau saat air sungai surut. Tak perlu alat modern, cukup dengan alat penyaring yang dipasang di atas papan penggelontor pasir dan sebuah jolang yang mirip kuali dari kayu.

Para penambang ini mengeruk batu dan pasir kemudan menyaringya. Setelah itu, pasir berukuran kecil ini dimasukan ke jolang atau alat pendulang dan kembali disaring dengan air hingga mendapatkan butiran emas yang berada di antara pasir hitam.

Salah satu penambang, Mamat mengatakan, emas yang mereka peroleh merupakan emas murni yang harganya sekitar Rp580.00 per gramnya. Dalam sehari penambang bisa mendapat satu hingga tiga gram emas yang sudah siap dijual.

"Iya tiap hari ngambilnya. Kami gali sampai dalam, tinggal nyari hasilnya," ucap Mamat.

Para penambang ini mengaku, di tengah wabah pandemi Covid-19, kegiatan penambangan ini sangat membantu penghasilannya. Sebagian dari mereka merupakan warga yang terkena dampak langsung lesunya ekonomi karena Covid-19.


Editor : Nani Suherni