Warga Bulusan Semarang Batal Salat Id Gegara Dibatalkan Takmir Masjid H-1 Lebaran

Sindonews.com, Ahmad Antoni ยท Minggu, 24 Mei 2020 - 11:00 WIB
Warga Bulusan Semarang Batal Salat Id Gegara Dibatalkan Takmir Masjid H-1 Lebaran
Masjid Al-Ikhlas Perumahan Korpri Bulusan, Tembalang, Semarang mebatalkan salat Idul Fitri pada H-1 Lebaran. (Foto: Sindonews.comAhmad Antoni)

SEMARANG, iNews.id - Takmir Masjid Al-Ikhlas di Perumahan Korpri, Bulusan, Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah membatalkan pelaksanaan salat Idul Fitri. Pembatalan yang dilakukan sehari jelang Lebaran itu mempertimbangkan peningkatan eskalasi penyebaran Covid-19 di Kota Semarang.

Awalnya, warga perumahan tersebut mendapatkan pengumuman dari takmir Masjid Al-Ikhlas yang akan menyelenggarakan salat Idul Fitri. Pengumuman tersebut disampaikan pada Kamis (21/5/2020) melalui WhatsApp paguyuban warga RT 4 Bulusan.

"Assalamualikum wr wb Bismillahirrahmanirrahim. Kami sampaikan hasil rapat Takmir Masjid Al Ikhlas Rabu 20 Mei 2020 bakda Isya. Bagi Jamaah RT 04/RW 05 yg ingin mengikuti kegiatan salat Idul Fitri 1441 H di Masjid Al Ikhlas yg Insya Allah akan diselenggarakan pada hari Ahad tgl 24 Mei 2020 di Masjid Al Ikhlas. Jam 07.00 WIB. dengan ketentuan kondisi darurat Covid-19," tulis Ketua Takmir Masjid Al Ikhlas, Agus Purwoko.

Namun, H-1 menjelang Lebaran, Sabtu (23/5/2020), pengurus takmir masjid menyampaikan pembatalan penyelenggaraan salat Id. Pembatalan dilakukan setelah diadakan pertemuan mendadak sejumlah pengurus takmir di masjid setempat.

Dalam rapat tersebut disampaikan terkait evaluasi keputusan rencana salat Idul Fitri 1441 H d Masjid Al Ikhlas.

"Atas dasar musyawarah bersama, salat Idul Fitri 1441 H (24/5/2020) tidak jadi diselenggarakan oleh Masjid Al Ikhlas, Bulusan. Salat Id dapat diselanggarakan di rumah masing-masing/lingkungan terbatas dengan prosedur dan protokol kesehatan Covid-19," ujar Agus, Sabtu (23/5/2020).

Dalam pembatalan tersebut, takmir masjid juga menyertakan panduan dan tata cara dan prosedur salat Idul Fitri di rumah sesuai dengan ketentuan yang benar.

"Kami sampaikan keputusan tersebut utk dapat menjadikan maklum adanya. Kami mohon maaf lahir dan batin atas keputusan ini," ucapnya.

Agus menjelaskan, pembatalan penyelenggaran salat Id juga karena mempertimbangkan adanya perkembangan situasi kondisi COVID-19 yang eskalasinya semakin meningkat di wilayah Kota Semarang, sesuai informasi dari Wali Kota Semarang.

"Kita mempertimbangkan, peraturan pemerintah baik pusat maupun daerah dan maklumat/fatwa MUI, NU, Muhammadiyah, serta pendapat para anggota rapat/pertemuan pada saat itu," katanya.


Editor : Reza Yunanto