Wilayah Ini Izinkan Acara Hajatan, tapi Tamu Tak Boleh Makan di Tempat

Okezone, Bramantyo ยท Selasa, 16 Juni 2020 - 12:13 WIB
Wilayah Ini Izinkan Acara Hajatan, tapi Tamu Tak Boleh Makan di Tempat
Pernikahan unik bertajuk Nikah Bareng Peduli Covid-19 dengan mahar Alat Pelindung Diri di Kantor Urusan Agama Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, DIY (Foto: Antara/Hery Sidik)

KARANGANYAR, iNews.id - Warga di Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng) yang ingin menggelar hajatan tak lagi waswas. Pemerintah kabupaten setempat sudah melonggarkan pembatasan sosial sehingga pesta pernikahan bakal diadakan kembali.

Ada sejumlah aturan yang perlu diterapkan, Meski boleh menggelar hajatan. Hal ini agar tidak melanggar maklumat Kapolri. Sehingga kajian teknis tentang bagaimana mekanisme atau tata cara menggelar resepsi pernikahan tengah dikaji antara Polres Karanganyar bersama Bupati Karanganyar Juliyatmono selaku Ketua Gugus Covid 19.

Kasat intelkam Polres Karanganyar AKP Teguh Sujadi mengatakan, belum ada yang mengajukan izin keramaian. Pemberian izin keramaian disetop sejak ditetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid-19 pada 22 Maret 2020.

"Pada prinsipnya Polres Karanganyar kooperatif koordinatif dalam merumuskan teknis acara hajatan supaya tidak melanggar aturan," kata Teguh.

Belum adanya masyarakat yang mengajukan izin menggelar resepsi pernikahan, kemungkinan karena masih takut tertular Covid-19. Teguh menuturkan bagi masyarakat yang hendak menggelar resepsi pernikahan, minimal diajukan tujuh hari sebelum waktu pelaksanaan.

Sedangkan resepsi pernikahan yang kebetulan mengundang artis, izin minimal satu bulan sebelum pelaksanaan. Mekanisme atau tahapan pengajuan izin mulai dari tingkat desa atau kelurahan, polsek, dan terakhir diajukan ke polres.

"Kalau sudah memenuhi maklumat Kapolri dan protokol kesehatan, kami tidak akan mempersulit memberikan izin. Tapi kalau melanggar dari maklumat Kapolri dan tidak sesuai dengan protokol kesehatan dan tamu undangan melebihi 30 orang atau kapasitas sesuai area resepsi, jelas izin tidak akan kami berikan," ucapnya.

Kadinas Pariwisata Titis Jawoto menjelaskan hasil koordinasi teknis bupati dan kapolres diikuti dinas terkait sudah hampir mengerucut untuk menentukan format acara resepsi yang akan diizinkan. Formula tersebut menyebutkan resepsi digelar dengan model standing party alias berdiri, tanpa salaman, tanpa tempat duduk dan tanpa makan di tempat, melainkan menu makanan dibawa pulang.

Tak hanya itu saja, untuk jam tamu dibuat per sesi, dibatasi durasinya sekitar 10 menit dengan jumlah tamu maksimal 30 orang. Sehingga jika jumlah tamu sebanyak 300 orang maka diberikan 10 sesi alias 100 menit. Namun meski tanpa tempat duduk, ungkap Titis, tetap mengacu pada protokol kesehatan.

Jarak tamu harus satu meter, wajib pakai masker dan cuci tangan saat masuk lokasi hajatan dan pulang dari lokasi hajatan. Begitu juga tuan rumah atau yang menggelar resepsi, harus taati aturan protokol kesehatan. Sesi foto antara tamu undangan harus diberi jarak pembatas antara tamu yang akan foto dengan tuan rumah. Dengan begitu kemungkinan foto bersama dengan format Selfi.

"Ya kemungkinan model acara hajatan yang standing party itu yang mungkin disepakati" ucapnya.

Diperkirakan awal Juli sudah bisa dicapai kesepakatan antara Pemkab Karanganyar dan Polres Karanganyar. Termasuk diberlakukan pemberian izin.


Editor : Nani Suherni