Yogyakarta Kaji Upah Sektoral Pelaku Industri Pariwisata

Antara ยท Sabtu, 18 Januari 2020 - 09:28 WIB
Yogyakarta Kaji Upah Sektoral Pelaku Industri Pariwisata
Malioboro (dok. iNews)

YOGYAKARTA, iNews.id - Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kota Yogyakarta menyiapkan kajian upah sektoral bagi pelaku wisata. Nantinya, upah tersebut tidak sama dengan upah minimum kota (UMK).

“Sudah disepakati dengan legislatif untuk melakukan kajian upah sektoral pada tahun ini. Kami akan menggandeng pihak ketiga untuk pelaksanaan kajiannya,” kata Kepala Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta Lucy Irawati, Sabtu (18/1/2020).

Hasil kajian upah sektoral tersebut akan menjadi salah satu acuan dalam penentuan kebijakan pengupahan di Kota Yogyakarta. Meski demikian, penetapan upah harus tetap didasarkan pada kesepakatan antara pengusaha dan tenaga kerja.

“Dasar utamanya adalah kesepakatan antara pengusaha dan pekerja. Kami bertindak sebagai fasilitator saja,“ kata Lucy.

BACA JUGA:

Gunungkidul Ditetapkan Status KLB Antraks, Warga Jateng-Jatim Diminta Waspada

5 Objek Wisata di Wonosobo Ini Tak Kalah Keren dari Dieng

Dalam proses kajian tersebut, lanjut dia, juga dimungkinkan mengajak perwakilan pengusaha dan pekerja untuk melihat secara langsung sistem pemberian upah sektoral yang sudah diterapkan di daerah lain. Salah satu yang menjadi percontohan yakni di Kabupaten Badung Bali.

“Di kabupaten tersebut sudah menerapkan upah sektoral untuk sektor pariwisata. Tentunya, mekanisme pemberian upah di kabupaten tersebut bisa menjadi salah satu bahan kajian yang penting,” ucapnya.


Editor : Muhammad Fida Ul Haq