Gavin Kwan Adsit saat menjalani latihan bersama Persis Solo. (foto IG gavinkwanadsit)
Hadi Febriansyah

JAKARTA, iNews.id - Timnas Indonesia pernah diarisiteki pelatih sekelas Luis Milla di tahun 2017/2018.  Tapi sayang, beberapa pemain yang bagus di era Luis Milla tak masuk Timnas Indonesia era Shin Tae-yong

Luis Milla dan Shin Tae-yong merupakan dua pelatih hebat yang menukangi Timnas Indonesia. Keduanya juga memiliki prestasi yang cukup mentereng.

Luis Milla pernah membawa Spanyol menjadi juara Euro U-21. Sementara Shin Tae-yong membawa Korea Selatan trengginas di Piala Dunia dan mengalahkan Jerman.

Namun, ledua pelatih ini memang memiliki gaya permainan yang berbeda. Luis Milla dengan passing dari kaki ke kaki dan permainan cantiknya. Sedangkan Shin Tae-yong dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah dari para pemain.

Sayang, pemain yang bagus di era Luis Milla tak menjadi jaminan masuk skema Shin Tae-yong. Berikut daftar 5 pemain kesayangan Luis Milla yang tak dipakai Shin Tae-yong. 

1 Hansamu Yama Pranata
Ketika era Luis Milla, Hansamu adalah pemain yang tidak pernah absen membela Timnas Indonesia. Bahkan kala itu, Hansamu juga pernah didapuk untuk bisa menjadi kapten untuk Timnas Indonesia di era Luis Milla. 

Baru-baru ini, Hansamu memiliki keinginan untuk bisa bermain kembali ke Timnas Indonesia. Tapi ia mencoba realistis dan menilai Timnas Indonesia kini memiliki kekuatan yang bagus.

"Sebagai pemain, saya pasti ingin kembali bermain untuk Timnas Indonesia. Saya menyadari timnas saat ini pemainnya bagus-bagus, banyak pemain muda dan senior juga," kata Hansamu beberapa waktu yang lalu.

2. Febri Haryadi
Bersama Luis Milla, Febri menjelma menjadi pemain sayap yang luar biasa. Dia memiliki kecepatan dan mampu menusuk dengan baik ke daerah lawan. 

Tak hanya itu saja Febri juga memiliki tendangan yang keras dari luar kotak penalti. Namun di era Shin Tae-yong dirinya kalah bersaing dengan pemain yang lebih muda. Sebut saja Egy Maulana Vikri, Witan Sulaeman, dan Saddil Ramdani.

3. Gavin Kwan Adsit
Bek sayap Persis Solo ini sering kali dipanggil oleh Luis Milla pada saat TC, baik itu SEA Games, uji coba, dan terakhir Asian Games. Banyak yang bilang Gavin merupakan pemain kesayangan dari Luis Milla kala itu. 

Sebenarnya permainan Gavin saat itu tidak begitu menonjol. Tapi dia memiliki kecepatan dan postur tubuh yang baik. Maka dari itu, Luis Milla selalu memanggilnya meski pada akhirnya ia kalah saing dengan Rezaldi Hehanussa di posisi bek kiri.

4. Zulfiandi
Berbeda dengan Evan Dimas, Zulfiandi merupakan gelandang kesayangan Luis Milla saat itu. Duetnya bersama Evan di lini tengah Timnas Indonesia bersama Evan menjadikan permainan Timnas Indonesia lebih kreatif. 

Tapi nasib yang berbeda dengan Evan, cedera yang sering menerima Zulfiandi membuatnya jarang dipanggil oleh Shin Tae-yong. Terlebih kini Shin Tae-yong memiliki trio yang sudah padu di lini tengah Timnas Indonesia.

5. Ricky Fajrin
Satu dari pemain yang kerap kali menjadi pemain yang dipanggil oleh Luis Milla. Meski posisi berada di bek kiri, tapi ketika era Luis Milla Ricky Fajrin diubah posisinya menjadi bek tengah dan itu sukses. 

Tapi ketika era Shin Tae-yong penampilan Fajrin belum bisa membawanya kembali Timnas Indonesia. Padahal dirinya berhasil membawa Bali United meraih gelar juara Liga 1 dua musim beruntun.


Editor : Ahmad Antoni

BERITA TERKAIT