Bandara di Jawa Tengah, suasana penerbangan di Bandara Dewadaru, Pulau Karimunjawa, Kabupaten Jepara. Foto: YouTube.

SOLO, iNews.id - Bandara di Jawa Tengah tersebar di sejumlah daerah dan memiliki catatan sejarah ketika awal berdiri. Keberadaannya kini ada yang menjadi bandara komersial maupun perintis. 

Bandara di Jawa Tengah diharapkan turut menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekaligus mempermudah akses ke berbagai daerah. Bandara menjadi akses penumpang yang ingin menggunakan jasa penerbangan. 

Berikut rangkuman bandara di Jawa Tengah:  

1. Bandar Udara Jenderal Besar Soedirman 

Bandara ini juga dikenal dengan sebutan Bandara JB Soedirman. Bandara ini adalah Pangkalan Udara militer type C yang terletak di Kabupaten Purbalingga. Lanud Jenderal Besar Soedirman merupakan bandara militer yang dikelola oleh TNI Angkatan Udara. Pangkalan Udara TNI AU Jenderal Besar Soedirman bermarkas di bandara ini. Pada 24 Maret 2015, bandara berubah status dari type D menjadi type C dilaksanakan di Lanud Wirasaba. 

Pada 7 November 2016, Lanud Wirasaba berganti nama menjadi Bandara Jenderal Besar Soedirman setelah TNI Angkatan Udara menyerahkan pengelolaan kepada PT Angkasa Pura II, dengan peresmian bandara tersebut pada 1 Juni 2021 sebagai bandara komersial.

Nama pengganti Lanud Wirasaba menjadi Bandara Jenderal Besar Soedirman sebelumnya diusulkan Bupati Purbalingga Tasdi. Usulan meliputi dua nama, yakni Jenderal Besar Soedirman yang merupakan pahlawan nasional kelahiran Purbalingga dan Soewarno yang diambil dari nama Komandan Lanud Wirasaba pertama, yakni Sersan Mayor Soewarno.

2. Bandara Dewadaru 

Bandara Dewadaru berada di Pulau Karimunjawa, Kabupaten Jepara. Bandara memiliki ukuran landasan pacu 1200X30 meter. Bandar melayani penerbangan dari Semarang dengan pesawat jenis ATR 72. Waktu tempuh kurang lebih 30 menit. Nama bandara ini berasal dari nama pohon yang hanya dapat dijumpai di Karimunjawa, yaitu Dewadaru. 

Dengan landasan pacu Bandara Dewadaru yang hanya memiliki panjang 1.200 meter, pesawat terbesar yang boleh mendarat di bandara ini merupakan jenis ATR 72-600. Penerbangan dari Semarang yang menggunakan pesawat jenis ATR 72-600 dapat membawa hingga 72 penumpang. Namun karena panjang landasan pacu Bandara Dewadaru yang terbatas, penerbangan pulang ke Semarang hanya dapat membawa sekitar 50 penumpang.

Bandara Dewadaru melayani rute menuju Semarang dan Surabaya. Dahulu, hanya pesawat Cassa 212 yang bisa mendarat di Bandara Dewadaru. Setelah perpanjangan landasan pacu Bandara Dewadaru pada tahun 2014, bandara dapat dilalui pesawat ATR 72.

3. Bandara Tunggul Wulung 

Bandara Tunggul Wulung terletak di Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap. Bandara memiliki panjang landasan pacu 1.400X30 meter dan luas terminal 777 meter persegi. Bandara kelas III ini dikelola UPT Ditjen Hubud. Terdapat dua Flying School yang beroperasi di bandara ini, yaitu Genesa Academy dan Perkasa Flight School. Dengan fasilitas yang sudah dapat melayani night flight (terbang malam) yang menjadi kurikulum sekolah penerbangan. 

4. Bandara Internasional Adi Soemarmo 

Bandara Adi Soemarmo berada di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, berjarak sekitar 14 kilometer dari Kota Solo. Bandara dulu bernama Pangkalan Udara (Lanud) Panasan, karena terletak di kawasan Panasan. Bandara dibangun pertama kali pada tahun 1940 oleh Belanda sebagai lapangan terbang darurat.

Ketika Jepang masuk ke Indonesia, bandara sempat dihancurkan Belanda. Namun dibangun lagi oleh pemerintah Jepang pada tahun 1942 sebagai basis militer penerbangan angkatan laut (Kaigun Bokusha).

Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, penyelenggaraan bandara dilaksanakan Penerbangan Surakarta yang diresmikan pada tanggal 6 Februari 1946. Pada 1 Mei 1946, Penerbangan Surakarta berubah menjadi Pangkalan Udara Panasan yang hanya diperuntukkan penerbangan militer. 

Pangkalan udara pertama kali digunakan secara resmi untuk penerbangan komersial pada 23 April 1974 yang dilayani Garuda Indonesia dengan rute Jakarta-Kemayoran-Solo dan Solo-Jakarta-Kemayoran dengan frekuensi 3 kali seminggu.

Pada 25 Juli 1977, Pangkalan Udara Panasan berubah nama menjadi Pangkalan Udara Utama Adi Soemarmo. Nama diambil dari Adi Soemarmo Wiryokusumo (adik Agustinus Adi Sucipto). Pada 31 Maret 1989, bandara ditetapkan menjadi bandara internasional. 

5. Bandara Ngloram

Bandara Ngloram terletak di Cepu, Kabupaten Blora. Bandara ini dibangun sejak tahun 1980 serta beroperasi hingga tahun 1984. Saat ini telah dihibahkan pada Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk reaktifasi. Bandara tadinya menjadi bagian dari aset Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi, di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. 

Kemudian mulai tahun 2018 dibangun kembali dan sejak 26 November 2021, Bandara Ngloram melayani penerbangan komersial perdana. Pesawat ATR 72 milik maskapai penerbangan Citilink adalah yang pertama landing dan take off di Bandara Ngloram pada penerbangan komersial perdana. Pada 17 Desember 2021 telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.

6. Bandara Internasional Ahmad Yani  

Bandara Ahmad Yani terletak di Kota Semarang. Nama bandara diambil dari nama pahlawan revolusi, Jenderal Ahmad Yani. Peresmian menjadi bandara internasional berlangsung dalam penerbangan perdana Garuda Indonesia ke Singapura bulan Maret 2004. 

Pada awalnya, Bandara Ahmad Yani adalah pangkalan udara TNI Angkatan Darat. Dahulu lebih dikenal dengan Pangkalan Udara Angkatan Darat Kalibanteng. Berdasarkan Surat Keputusan Bersama Panglima Angkatan Udara, Menteri Perhubungan dan Menteri Angkatan darat pada 31 Agustus 1995, Pangkalan Udara AD diubah statusnya menjadi Pangkalan Udara Bersama Kalibanteng Semarang. 

Namun karena peningkatan frekuensi penerbangan sipil, pada 1 Oktober 1995 menjadi bandara di bawah PT Angkasa Pura. Bandara Ahmad Yani berubah menjadi bandara internasional pada tahun 2004 setelah Garuda Indonesia membuka rute Semarang-Singapura.


Editor : Ary Wahyu Wibowo

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network