Usaha kerajinan tas dan dompet dari kulit sapi yang ditekuni Kurnia Bagus Jatmiko, warga Desa sudomukti, Kota Salatiga. Foto: iNews/Lurisa Lulu.
Lurisa Lulu

SALATIGA, iNews.id - Seorang pemuda di Kota Salatiga sukses mengembangkan usaha kerajinan tas dan dompet dari kulit sapi. Bisnis digeluti setelah kehilangan pekerjaan saat pandemi Covid-19

Terdapat beragam hasil kerajinan dari sentuhan tangan Kurnia Bagus Jatmiko, warga Desa sudomukti, Kota Salatiga. Aksesoris seperti tas dan dompet dari kulit sapi, bisa menambah kepercayaan diri yang memakainya. 

Berawal dari iseng dan coba-coba, Jatmiko yang kehilangan pekerjaan saat pandemi Covid-19 di tahun pertama, mencoba mengembangkan ketrampilan tangannya membuat aksesoris. 

Berbagai aksesoris cantik seperti tas, dompet, ikat pinggang, tempat kartu hingga gelang cantik, mampu dibuat dan dipasarkan hanya dengan menyebar foto di pesan singkat ponsel. 

Hasilnya, banyak kolega dan teman Jatmiko yang tertarik dan mau membeli. Seiring berjalannya waktu, Jatmiko mulai membuka orderan sesuai keinginan pemesan, baik model, ukuran hingga warna. 

Semua dikerjakan dengan tangannya sendiri atau tanpa bantuan mesin cetak. Hasil karyanya ini mampu menarik minat pelanggan yang terus meluas hingga ke luar negeri. 

“Meskipun muncul penyakit mulut dan kuku, namun sampai kini tidak kesulitan mendapatkan bahan baku,” kata Kurnia Bagus Jatmiko, Senin (6/6/2022). 

Namun demikian, bahan baku tak sembarangan agar bisa dipastikan kualitasnya. 

Untuk setiap kerajinan kulit sapi, dibanderol mulai dari Rp50.000 hingga Rp1,2 juta, tergantung jenis dan tingkat kesulitan saat proses pembuatan. 

Dengan banyaknya pesanan melalui online mulai dari Bali, Jakarta, Yogyakarta, luar Jawa hingga luar negeri, Jatmiko mampu bertahan dan memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. 


Editor : Ary Wahyu Wibowo

BERITA TERKAIT