Istri prajurit Marinir Praka Zaenal yang gugur akibat kecelakaan saat terjun payung di Teluk Jakarta. (Foto: iNews)

GROBOGAN, iNews.id – Suasana duka masih menyelimuti keluarga Praka Marinir Zaenal Muttaqin, prajurit terbaik Korps Marinir yang gugur saat menjalani latihan terjun payung di Teluk Jakarta dalam rangkaian HUT ke-80 TNI. 

Sebelum berpulang, almarhum sempat berpamitan kepada sang istri, Siti Mardiyah, dan meminta dirinya untuk tetap kuat merawat sang suami selama perawatan di rumah sakit.

Kini, Siti Mardiyah memilih tinggal sementara di rumah orang tuanya di Desa Kuripan, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Ia mengaku belum sanggup kembali ke rumah yang penuh kenangan bersama sang suami. “Takut kalau di rumah, teringat terus sama beliau. Rasanya seperti baru kemarin berpamitan,” ujarnya lirih sambil menahan tangis, Senin (6/10/2025).

Pamit Terakhir Sebelum Operasi

Siti menceritakan, ia mengetahui kabar kecelakaan suaminya dari pesan WhatsApp di laptop. Dengan perasaan panik, ia langsung menuju RSPAD Gatot Soebroto Jakarta. Di ruang perawatan, Praka Zaenal sempat berpamitan untuk terakhir kalinya.

“Beliau bilang, ‘Doakan saja, ya. Rawat aku baik-baik.’ Saya tak menyangka itu jadi ucapan terakhirnya,” tutur Siti, dengan mata berkaca-kaca.

Menurut keluarga, almarhum dikenal sebagai sosok suami penyabar, rajin beribadah, dan selalu menyempatkan diri untuk mengaji di sela tugas militernya. Meski sibuk latihan, ia rutin menghubungi istri dan keluarga setiap hari.

Namun, kepergian sang suami membuat kondisi fisik dan psikis Siti terguncang. Ia bahkan sempat dirawat di rumah sakit untuk memulihkan kondisi kandungannya. “Kami hanya bisa berdoa agar Siti kuat. Kesehatan dan kandungannya harus dijaga,” ujar Nur Hamid, ayah mertua Praka Zaenal.

Sosok Prajurit Teladan dan Ayah yang Dikenang

Bagi keluarga, almarhum bukan hanya prajurit yang berani, tapi juga menantu dan ayah yang hangat. “Zaenal itu anak yang pendiam, sopan, dan mudah bergaul dengan siapa saja. Kami semua kehilangan,” ucap Nur Hamid menahan haru.


Editor : Kastolani Marzuki

Halaman Selanjutnya
Halaman :
1 2
BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network