S diketahui merupakan anggota yang sudah lama bergabung dengan kelompok JAT tahun 2008-2014. Kemudian ia beralih menjadi simpatisan ISIS sejak 2014-sekarang. "Dia merekrut orang dan sebagai idiolog," beber Kombes Aswin.
Selain itu, dia menyebut bahwa S adalah ahli dalam membuat bom dan tercatat sebagai salah satu murid dari kader dedengkot tokoh terorisme di Indonesia Dr. Azahari Husin yang mati pada 9 November 2005 lalu. S berlatih membuat bahan-bahan dan switching bom.
"S bahkan pernah mengantar sendiri bom rakitannya kepada AM di salah satu daerah. Ini merupakan rangkaian penyidikan yang sedang kami dalami," katanya.
"TN adalah pembantunya, kemudian tersangka AG dan PS adalah orang-orang yang membantu S menyiapkan bom tersebut," ujarnya.
Editor : Ahmad Antoni
densus 88 antiteror polri Polsek Astanaanyar Soloraya jamaah ansharut tauhid Ahmad Ramadhan Mapolresta Solo pengeboman teroris
Artikel Terkait