Dia mengatakan total Rp8 miliar itu tidak hanya untuk membeli 177 sepeda motor dan dibagikan kepada 177 lurah di wilayahnya. Di situ include dengan pembelian beberapa barang, di antaranya TV LED hingga APAR alias Alat Pemadam Api Ringan.
“APAR sejak tahun 2004 belum diganti. TV LED juga sudah pada buram-buram, ini kan juga untuk pelayanan,” ungkap Mbak Ita di kediaman pribadinya kawasan Bukit Sari Kota Semarang, Minggu (3/12/2023).
Perihal sepeda motor, Mbak Ita mengatakan sebelumnya memang sempat ada pembahasan itu. “Awalnya ajukan sepeda motor yang harganya Rp45 juta (satu unit) mungkin motor listrik ya, saya sampaikan (keberatan) karena melihat topografinya Semarang kayak apa, ada genangan-genangan nanti malah rusak. Ini kan bukan untuk gaya-gayaan, ini untuk kerja,” ujarnya.
Setelah itu, baru ada perubahan rencana pembelian unit sepeda motor. Dipilihlah Honda Vario itu. Harga per unitnya sekira Rp26,5 juta melalui pembelian e-catalog.
“Sesuai standar dan kemampuan APBD. Jadi yang saya sampaikan kemarin (Rp8miliar) itu secara keseluruhan (bukan hanya sepeda motor), saya (awalnya) memang tidak terlalu tahu detail harga sepeda motor tersebut,” ujarnya.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait