Ilustrasi petugas Dishub Kota Salatiga saat memeriksa truk angkutan barang yang melintas di jalan lingkar selatan Salatiga. Foto/IST
Angga Rosa

SALATIGA - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Salatiga akan membatasi operaisonal angkutan barang pada masa arus mudik Lebaran 2022. Pembatasan operasional angkutan barang tersebut diterapkan mulai 28 April 2022 hingga 1 Mei 2022.

Pembatasan pada 28 - 30 April 2022 diberlakukan pada pukul 07.00 sampai dengan 24.00 WIB. Sedangkan pada 1 Mei 2022 diberlakukan mulai pukul 07.00 sampai 12.00 WIB.

Kemudian pada arus balik, Dinas Perhubungan kembali membatasi operasional angkutan barang di Salatiga, tepatnya mulai 6 - 9 Mei 2022. Pembatasan operasional pada 6 -7 Mei diberlakukan pada pukul 07.00 hingga 24.00 WIB. Sedangkan pembatasan operasional pada 8 Mei dimulai pukul 07.00 WIB hingga 9 Mei pukul 12.00 WIB.

"Pembatasan operasional angkutan barang ini mengacu pada Surat Edaran Menhub Nomor 45 Tahun 2022 tentang Pengaturan Lalulintas Jalan Selama Angkutan Lebaran  Tahun 2022. Jadi ketentuannya sama dengan keputusan pusat," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Salatiga Sri Satuti, Kamis (21/4/2022).

Sedangkan pembatasan operasional angkutan barang selama arus mudik lebaran di ruas tol diberlakukan mulai 28 April pukul 00.00 WIB sampai dengan 1 Mei 2022 pukul 12.00 WIB. Kemudian pada arus balik pembatasan operasional angkutan barang diterapkan mulai 6 Mei pukul 00.00 WIB hingga 9 Mei pukul 12.00 WIB. 

Sri Satuti mengatakan, untuk pemberitahuan kepada pengusaha angkutan barang di Salatiga, Dinas Perhubungan akan menerbitkan surat edaran sesuai SE Menhub Nomor 45 Tahun 2022. "Kami membuat surat edaran kepada pengusaha angkutan barang agar mereka tidak mengoperasionalkan armadanya pada saat pembatasan diterapkan," ujarnya.

Meski demikian, kata Sri Satuti, Dinas Perhubungan akan melaksanakan pemantauan bersama petugas kepolisian di Pospam yang ada. Ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya pengemudi angkutan barang yang menjalankan armadanya pada masa pembatasan operasional.

"Jika ada yang nekat mengoperasionalkan angkutan barang pada masa pembatasan, akan dilaksanakan pembinaan dan peneguran. Penindakan berkoordinasi dengan Polri karena kewenangan penindakan di luar terminal ada di Polri," ujarnya.


Editor : Ahmad Antoni

BERITA TERKAIT