“Hal itu membuat mereka mengalami trauma atau sekurangnya ketidaknyamanan. Kami berusaha untuk membantu warga lepas dari kondisi itu,” kata Ketua panitia Trauma Healing Yayak Yatmaka, Selasa (15/2/2022).
Dia mengatakan, khusus untuk anak-anak kegiatan trauma healing digelar di Masjid Nurul. “Selain untuk menghilangkan rasa takut pada anak, kegiatan ini juga untuk membantu anak-anak melupakan kejadian yang bagi mereka menakutkan atau mengerikan,” katanya.
Kepala Advokasi dan Litigasi LBH GP Ansor Dendy Zuhairil Finsa mengatakan nak-anak yang mendapatkan trauma healing ini.
“Keseluruhannya sebanyak 45 anak. Baik yang bersekolah di bangku kelas 1 hingga kelas 6 sekolah dasar,” kata Dendy. “Kegiatan yang diberikan kepada anak-anak antara lain menggambar yang indah, bernyanyi dan sebagainya,” ujarnya.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait