Plt Bupati Pekalongan Sukirman secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada para awak media atas insiden pengusiran tersebut. Ia menduga terjadi salah paham dalam pengaturan teknis di lapangan.
"Kemungkinan terjadi miskomunikasi antara protokol Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten," ungkap Sukirman.
Ia menegaskan bahwa agenda tersebut merupakan pembinaan dari Gubernur kepada jajaran birokrasi Pemkab Pekalongan. Meski pemerintah menyebut hal ini sebagai miskomunikasi, para jurnalis berharap kejadian serupa tidak terulang kembali demi menjamin akses informasi publik dan kemerdekaan kerja jurnalistik.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait