Bhabinkamtibmas Polsek Banyumanik dan Babinsa Koramil Banyumanik mendampingi Nani Muldiyani, ibunda mendiang Novita Kurnia Putri di rumahnya di Kawasan Pudakpayung, Kota Semarang, Senin (10/10). (Eka Setiawan)
Eka Setiawan

SEMARANG, iNews.id – Tim Kedokteran Kesehatan (Dokkes) Polda Jateng belum menerima permintaan pengambilan sampel DNA atau pun sampel pembanding lain guna memastikan identifikasi dari Novita Kurnia Putri (25). Novita adalah WNI asal Kota Semarang yang meninggal dunia akibat diberondong ratusan tembakan di Texas, Amerika Serikat.

“Belum ada (permintaan),” kata Kepala Bidang Kedokteran Kesehatan (Dokkes) Polda Jateng Kombes Pol Sumy Hastry Purwanti, kepada MNC Portal lewat pesan WhatsApp, Selasa (11/10/2022).

Hal ini terkait dengan keterangan dari pihak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia atas insiden tersebut. Kemlu RI menyatakan ada sejumlah langkah yang diambil, khususnya soal teknis pemulangan jenazah ke Indonesia. Salah satunya adalah verifikasi identitas, di antaranya berdasarkan dokumen hingga sampel DNA. “Kan sudah jelas identitasnya,” ujar Hastry.

Novita Kurnia Putri, WNI asal Kota Semarang itu meninggal dunia setelah diberondong ratusan tembakan pada 4 Oktober 2022 di rumahnya sendiri. Otoritas keamanan setempat telah menangkap para pelaku penembakan.

Rumah mendiang ada di Jalan Pudaksari nomor 02 RT10/RW06, Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. 

Di rumah duka itu, keluarga terutama ibunda Novita yakni Nani Muldiyani (50) menunggu jenazah anaknya dipulangkan. Pihak keluarga menginginkan jenazah anaknya dimakamkan di Semarang.


Editor : Ahmad Antoni

BERITA TERKAIT