Dua tersangka kasus penembakan pedagang nasi goreng hingga tewas saat ditahan di Mapolres Tegal, Kamis (1/9/2022). Foto: iNews/Yunibar.
Yunibar

TEGAL, iNews.id – Motif kasus penembakan yang menewaskan pedagang nasi goreng (nasgor) di Tegal akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan adik dan ayah kandung korban sendiri, merasa kesal karena korban selalu membuat masalah dan meminta uang. 

Aparat Satreskrim Polres Tegal berhasil menangkap dua pelaku penembakan pedagang nasi goreng di Desa Pedeslohor, Kecamatan Adiwerna sehari setelah kejadian. Korban Casbari (41) tewas akibat luka tembak di kepala bagian belakang pada Rabu (31/8/2022). 

Kapolres Tegal AKBP Arie Prasetya Syafaat mengatakan, peristiwa penembakan Selasa (30/8/2022) siang. Saat itu, korban baru saja menemui adiknya, Dirto (38) yang pulang dari Jakarta. 

“Saat korban berbalik badan, tersangka menembak kakaknya dari jarak tiga meter menggunakan senapan angin,” kata Arie Prasetya Syafaat, Kamis (1/9/2022). 

Korban sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Islam PKU Muhammadiyah Adiwerna. Namun akhirnya meninggal dunia akibat luka tembak di kepala belakang tembus kerongkongan. 

Setelah sempat kabur, tersangka Dirto berhasil ditangkap pada Rabu sore. Sementara ayahnya yang hendak mengambil jenazah anaknya juga ikut ditangkap polisi. 

Dari pemeriksaan, terungkap bahwa otak pembunuhan adalah Tarwad (55) ayah kandung korban. Motif pelaku yakni kesal karena korban sering membuat masalah. Selain itu juga sering meminta uang untuk berdagang namun tak kunjung membuahkan hasil. 

Tarwad dan Dirto menjadi pedagang kaki lima di Jakarta. Sedang korban Casbari tinggal di rumahnya di Tegal setelah usahanya bangkrut. 

Tersangka Tarwad diduga merencanakan pembunuhan. Ia meminta Dirto, anak bungsunya untuk membunuh Casbari dengan memberi uang Rp6 juta. Uang lalu digunakan untuk membeli senapan angin seharga Rp2,5 juta. 

kepada polisi Dirto mengaku tidak berniat membunuh namun hanya melukai. Sedangkan akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal 340 subsider 338 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup. 

Polisi menyita sejumlah barang bukti, yakni satu buah senapan angin, proyektil peluru, sisa peluru, dan sebuah sepeda motor. 


Editor : Ary Wahyu Wibowo

BERITA TERKAIT