Meski kondisi masih berbau, warga memanfaatkan air sungai untuk mencuci, mandi dan memasak. “Pemanfaatan sumur resapan kubangan sungai ini secara bergantian, mulai dari subuh hingga malam hari,” kata Suliyah, Jumat (29/9).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat dampak kekeringan dan krisis air bersih terus meluas. Terdapat 90.000 warga di 37 desa dan kelurahan yang mengalami krisis air bersih akibat kekeringan.
Untuk mencukupi kebutuhan air, BPBD terus melakukan droping air dengan 4 armada tangki setiap hari. Total air yang sudah di distribusikan mencapai 2 juta liter air bersih sejak 2 bulan terakhir.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait