GROBOGAN, iNews.id – Nasib Sahuji Saman dan Harni, pasangan suami istri asal Desa Kalongan, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan ini sungguh memilukan. Impian keduanya untuk berangkat umrah empat tahun silam kandas.
Kedua pasangan suami istri ini mendaftar umrah pada tahun 2017 lalu melalui sebuah biro jasa umrah Abu Tours Grobogan yang dikelola oleh Helmi.
Sahuji, kakek berusia 74 tahun ini bahkan rela menjual rumah dan pekarangan agar bisa segera berangkat umrah. Sahuji dan istri tertarik berangkat umrah melalui biro jasa Abu Tours setelah mendapatkan tawaran dari rekannya, Joko Pujiono yang biasa menyetori telur ke rumah mereka.
Dengan membayar biaya administrasi sebesar Rp47 juta, keduanya akan diberangkatkan pada tahun 2018. Namun pada Maret 2018, Sahuji dan istrinya sempat gagal berangkat hingga mereka dipindah dan diikutkan melalui biro jasa lainnya yang tak lain adalah rekan dari Helmi.
Kedua korban bersama dua calon jemaah umrah lainnya di Grobogan dan 30 calon jemaah umrah dari berbagai wilayah di Indonesia kemudian diberangkatkan menuju Malaysia. Namun perjalanan umrah sempat terhenti di sebuah hotel di Malaysia selama 13 hari hingga tidak ada kejelasan dari pihak biro.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait