GROBOGAN, iNews.id – Tabir kematian Zaki Mandala Rifky (16), remaja asal Desa Termas, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, akhirnya terungkap. Zaki yang sempat dikabarkan tewas karena kecelakaan motor, ternyata meregang nyawa akibat aksi tawur sarung yang dilakukan bersama teman-teman sepermainannya sendiri.
Kasus ini memicu kemarahan keluarga korban, bukan hanya karena hilangnya nyawa Zaki, melainkan juga karena sandiwara yang sempat dilakukan oleh rekan-rekan korban.
Informasi diperoleh, tawuran sarung itu terjadi sekitar pukul 23.00 WIB di lapangan Desa Termas. Dalam aksi tersebut, sekelompok remaja menggunakan sarung yang dimodifikasi untuk saling memukul.
Muhnadi, kakek korban, menuturkan keluarga baru mengetahui kejadian sekitar 30 menit setelah insiden. Korban ZMR diantar pulang ke rumah oleh teman-temannya dalam kondisi tidak sadarkan diri.
"Cucu saya sempat dibawa ke rumah, lalu ibu korban meminta untuk segera dibawa ke Puskesmas," ujar Muhnadi dikutip dari iNews Muria, Kamis (26/2/2026).
Korban sempat mendapatkan penanganan di puskesmas hingga pukul 03.00 WIB. Namun kondisinya tidak membaik sehingga dirujuk ke RSUD dr R Soedjati Purwodadi.
Sayangnya, nyawa siswa kelas IX SMP tersebut tidak tertolong. Dari pemeriksaan awal, ditemukan luka memar di bagian tengkuk korban. Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD dr R Soedjati Purwodadi untuk menjalani autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian.
Keluarga mengaku kecewa dengan sikap rekan-rekan korban setelah kejadian. Muhnadi menyebut ada dugaan upaya merekayasa peristiwa agar terlihat seperti kecelakaan lalu lintas. "Motor cucu saya diberi lumpur, dibuat seakan-akan korban kecelakaan," ucapnya.
Padahal, menurut keluarga, teman-teman korban merupakan tetangga dan sahabat sehari-hari. Orang tua korban juga tidak mengetahui jika ZMR keluar rumah untuk mengikuti tawur sarung malam itu. Setelah mengetahui korban meninggal, keluarga melaporkan kejadian tersebut ke polisi.
Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah remaja yang diduga terlibat telah diamankan untuk dimintai keterangan.
Zaki dinyatakan meninggal dunia saat tiba di Puskesmas Karangrayung. Dari pemeriksaan fisik awal, ditemukan luka lebam serius di bagian tengkuk yang diduga kuat menjadi penyebab kematian akibat hantaman benda keras (gulungan sarung).
Kasat Reskrim Polres Grobogan, AKP Rizky Ari Budianto menjelaskan, aksi tersebut diawali dari tantangan korban sendiri melalui pesan WhatsApp.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait