Puluhan mahasiwa dan warga yang tergabung dalam berbagai organisasi kepemudaan menggelar unjuk rasa di Kantor ATR/BPN Kabupaten Pemalang. (Suryono Sukarno)

"Setahu kami ada 7 korban pencabulan, lalu ada satu korban lagi melaporkan ke polres. Sehingga jadi 8 orang. Dan rata-rata korban mereka anak di bawah umur," katanya.

Menurutnya, para korban itu merupakan satu permainan dengan anaknya pelaku. "Hasil audiensi dengan polres, pada tanggal 7 Juni 2023 nanti terduga pelaku akan di tes kejiwaan dan polres Sudah berkoordinasi dengan Polda Jateng terkait hal ini," ujarnya

Kepala BPN Pemalang Gusmanto mengatakan, menghargai dan menghormati aksi masa yang demo, karena merupakan hak. Mengenai kasus hukum diserahkan ke aparat penegak hukum. 

"Kami menghormati karena itu hak warga. Mengenai kasus hukum dugaan kekerasan seksual, kami serahkan semua ke aparat penegak hukum, dan masih dalam proses penanganan di Polres Pemalang,” kata Gusmanto.

Disebutkan, terduga pelaku diakui bahwa memang pegawai di BPN Pemalang.  "Yang bersangkutan pegawai BPN dan jabatannya fungsional, KKS atau Koordinator Kelompok Substansi Penatagunaan Tanah,” ungkapnya.

Dia mengatakan, bawahannya tersebut masih masuk seperti biasa. "Selama ini masih masuk dan bekerja seperti biasa. Kami menunggu  ada kekuatan hukum tetap untuk pegawai BPN yang bersangkutan, “ ujarnya.


Editor : Ahmad Antoni

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network