CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi menyayangkan terjadinya aksi kekerasan sekelompok oknum suporter di Liga1. (Istimewa)
Ahmad Antoni

SEMARANG, iNews.id -  CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi angkat bicara terkait aksi kekerasan sekelompok oknum suporter di Liga 1 2022-2023. Dia menyayangkan atas aksi kekerasan tersebut.

Seperti diketahui, dalam pekan ke-20 dan 21 terdapat aksi pelemparan terhadap bus yang ditumpangi pemain Arema FC usai pertandingan menghadapi PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo.

Aksi pelemparan juga menimpa bus yang ditumpangi pemain Persis Solo usai menghadapi Persita Tangerang di Stadion Indomilk Arena serta kejadian di Malang hari ini, Minggu (29/1/2023).

"Saya selaku CEO PSIS menyayangkan apa yang terjadi belakangan ini. Sepak bola harusnya membawa kebahagiaan, persaudaraan, dan sikap saling respect,” kata Yoyok, Minggu (29/1).

“Segala kekerasan dalam bentuk apa pun baik sebelum, saat pertandingan, dan pasca-pertandingan tidak dapat dibenarkan," katanya.

Putra sulung mantan Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip itu berharap kejadian kekerasan di lingkup dunia sepak bola segera berakhir supaya jalannya kompetisi BRI Liga 1 tidak terganggu.

"Kami dan tentu semua penikmat sepak bola Indonesia berharap kejadian kekerasan di lingkup sepak bola tidak terjadi kembali. Ayo datang ke stadion dengan tertib, mendukung dengan tertib, dan pulang dengan tertib,” ujar Yoyok.

“Hapus itu kekerasan supaya jalannya Liga 1 tidak terganggu. Dan saya juga mendorong supaya pemerintah, PSSI, klub serta suporter duduk bersama untuk mewujudkan sepak bola Indonesia yang bermartabat dan penuh kebahagiaan," ujarnya.


Editor : Ahmad Antoni

BERITA TERKAIT