Kedua siswa tersebut juga melakukan penelitian selama dua bulan, mengingat untuk mencari komposisi yang tepat harus dilakukan beberapa kali uji coba.
"Akhirnya, kami temukan komposisi yang ideal dalam pencampuran antara nanosilver dengan air yang dibutuhkan. Yakni perbandingannya 0,05 nanosilver dengan 15 liter air baru bisa membuahkan hasil," ujarnya.
Berkat riset tersebut, Fidia dan Nadya juga direkomendasikan menjadi peserta ajang riset Internasional "Mostratec" di Brazil. Selain menyabet medali emas, MAN 1 Kudus juga memperoleh penghargaan honorable mention untuk bidang teknologi melalui inovasi penciptaan alat Smart Farming Semut Rang-Rang Berbasis Telegram yang dilakukan Alif Iklil Hilmy.
Dengan guru pembimbing Arif Noor Adiyanto dan Ahmad Edi Darmawan, Alif berhasil menciptakan alat untuk meningkatkan hasil panen semut rang-rang dengan memanfaatkan teknologi IoT pada telegram. Prestasi tahun ini, dianggap mengulang dan mempertahankan prestasi pada ajang yang sama tahun sebelumnya.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait