BLORA, iNews.id – Nasib miris dialami Jamin dan Misenah, sepasang lansia warga Kelurahan Tambahrejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Keluarga kurang mampu ini secara mengejutkan dicoret dari daftar penerima Bantuan Sosial (Bansos) oleh Kementerian Sosial (Kemensos) lantaran terdata memiliki mobil.
Padahal, keluarga tersebut masuk dalam kategori desil dua penerima bansos dan rutin mendapatkan Bansos Pangan Non-Tunai (BPNT)/Sembako setiap tahunnya.
Status kepemilikan Bansos Jamin mendadak terhenti sejak data kependudukannya berubah dan terindikasi memiliki mobil pada Juni lalu. Hal ini membuat Jamin, yang sehari-hari mengais rejeki sebagai tukang tambal ban, merasa heran dan kebingungan.
Jamin menegaskan, kondisi ekonominya jauh dari kata mampu. Penghasilan hariannya yang tak menentu amat jauh untuk bisa membeli kendaraan roda empat.
"Saya heran kok bisa terdata punya mobil. Jangankan mobil, sepeda motor saja saya tidak punya. Sehari-hari cari uang dari tambal ban cuma dapat Rp30.000 sampai Rp50.000, sementara istri sedang pemulihan akibat sakit stroke. Kami sangat berharap bantuan itu bisa cair lagi untuk makan sehari-hari," tutur Jamin, Kamis (3/9/2026).
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Blora, Luluk Kusuma Agung Ariadi, membenarkan adanya penyesuaian data penerima bansos secara terpusat. Namun, warga yang mendapati bantuannya terhapus akibat kekeliruan data dapat melakukan perbaikan.
Luluk mengimbau masyarakat untuk proaktif melaporkan ketidaksesuaian data melalui mekanisme sanggahan di tingkat desa/kelurahan.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait