PEMALANG, iNews.id – Puluhan relawan dari berbagai daerah terus berdatangan untuk melanjutkan pencarian Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki asal Magelang yang hilang di Gunung Slamet, sejak 27 Desember 2025.
Sebelumnya, operasi pencarian pendaki hilang yang dilakukan Basarnas dan BPBD Pemalang telah resmi ditutup, Rabu (7/1/2026). Hingga Kamis (8/1/2026), keberadaan siswa SMA tersebut masih misterius.
Setelah penutupan operasi resmi di Basecamp Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Pemalang, kendali pencarian kini beralih sepenuhnya ke tangan para relawan mandiri. Kelompok relawan ini terdiri atas berbagai organisasi pecinta alam dan lembaga sosial, termasuk MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center).
Salah satu relawan dari MDMC Pemalang, Naelul menegaskan, pencarian akan difokuskan pada titik-titik yang belum tersisir secara maksimal pada operasi sebelumnya.
"Kami menyusuri kembali sejumlah titik dan jalur pendakian di kawasan Gunung Slamet. Meskipun secara SOP pencarian resmi sudah selesai dua hari lalu, kami dari unsur relawan tetap merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menemukan korban," ujar Naelul.
Keluarga korban hingga saat ini masih bertahan di posko pantaun, berharap besar pada dedikasi para relawan yang masih bersiaga di jalur pendakian Gunung Slamet.
Syafiq dilaporkan hilang saat melakukan pendakian cepat (tektok) bersama rekannya, Himawan Choidar Bahran, melalui jalur Dipajaya pada Sabtu (27/12/2025). Keduanya direncanakan kembali ke basecamp pada Minggu sore, namun tak kunjung tiba hingga malam hari.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait