Pemudik membawa barang bawaan yang ditaruh di atap mobil. (Nur Khabibi)
Nur Khabibi

JAKARTA, iNews.id - Sejumlah kendaraan pemudik melintas di tol Jakarta-Merak singgah di rest area KM 68 A, Kamis (28/4/2022). Di rest area, berbagai kegiatan dilakukan seperti beristirahat, isi perut, hingga beribadah.

Dari sekian kendaraan yang terparkir, tampak mobil pribadi yang meletakkan barang bawaan mereka di atap kendaraan dengan penutup plastik yang diikat dengan badan mobil. Seperti yang dilakukan Andi dari Kediri, Jawa Timur.

Dia mengatakan, barang yang ia letakkan di atap kendaraan berisi pakaian dari anggota keluarga yang turut serta dalam mudik tersebut. Selain pakaian, bagasi darurat itu juga berisikan makanan berupa roti dan kerupuk khas dari tempat keberangkatan mereka.

"Untuk oleh-oleh keluarga," kata Andi saat ditemui tim MNC Portal Indonesia, Kamis (28/4/2022).

Dia mengungkapkan, waktu tempuh dari Kediri hingga rest area KM 68 masih terbilang normal. Menurutnya, dia mulai perjalanan dari Jawa Timur pada Rabu (27/4/2022) pada pukul 21.00 WIB dan tiba di tempat peristirahatan hari ini sekitar pukul 12.00 WIB.

Kendaraan dengan jenis minibus yang mereka tumpangi berisikan delapan orang penumpang. Satu di antaranya balita berusia empat tahun.

Pemudik lainnya, dari Tangerang, Ocit (35) rela mudik pada siang hari. Hal itu ia lakukan karena khawatir akan mendapatkan nasib yang sama dengan rekannya yang terlebih dahulu melakukan perjalanan ke Sumatera via Pelabuhan Merak-Bakauheni.

Menurut penuturan temannya, terdapat antrean panjang saat hendak menaiki kapal. Ia menyebutkan, temannya tiba di Pelabuhan Merak pada Kamis (28/4) pada pukul 00.00 WIB.

Kemudian, baru bisa menaiki kapal yang akan membawa mereka menyeberangi selat Sumatera pada pukul 10.00 WIB.

"Tadinya mau nanti malam (memulai perjalanan), hanya saja kata teman tidak usah malam, kalau bisa siang ya siang, makanya maksain siang walau harus pans-panasan," ujarnya.

Kendaraan jenis minibus dengan kapasitas tujuh penumpang pun diisi penuh dengan satu di antaranya berusia lima tahun.

Perihal bagasi darurat yang berada di atap, ia menjelaskan hanya berisi barang-barang bawaan pemudik pada umumnya, berisi pakaian hingga oleh-oleh untuk keluarga di kampung halaman.


Editor : Ahmad Antoni

BERITA TERKAIT