Namun, keraguan keluarga terbukti setelah dokter melancarkan uji rontgen dan menemukan serpihan asing bersarang di dalam jaringan luka.
"Awalnya bilang jatuh kena kawat. Tapi saat dirontgen di rumah sakit, terlihat ada serpihan benda di dalam luka. Kami menyayangkan jika informasi sebenarnya ditutup-tutupi. Kalau memang itu proyektil peluru petugas, kami minta pertanggungjawaban penuh, apalagi biaya operasi pencabutan serpihan sangat mahal mencapai Rp30 juta," katanya.
Saat ini korban telah dirujuk ke RSI Sultan Agung Semarang guna menjalani perawatan medis dan operasi pengangkatan serpihan.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait