“Kami belum bisa memastikan apakah bayi-bayi itu merupakan korban pembunuhan atau aborsi,” kata Kasat Reskrim Polresta Banyumas, Kompol Agus Supriadi, Jumat (23/6/2023).
Polisi cukup kesulitan meminta keterangan E karena belum bisa menjelaskannya secara gamblang. Selama ini, E tinggal bersama orang tuanya. Kemudian E memiliki anak sejak tahun 2012.
Sepengetahuan warga sekitar, ada anaknya yang dikuburkan di lokasi penemuan tulang belulang tersebut. Polisi menduga kemungkinan masih bertambah lagi kerangka bayi yang ditemukan.
Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait