Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus P. Silalahi. (Foto: iNews Mojokerto).

Selain faktor euforia penonton, penyidik juga menyoroti kesiapan panitia dalam mengantisipasi lonjakan pergerakan penonton selama acara berlangsung.

Menurutnya, penyelenggara dinilai tidak memiliki langkah antisipasi ketika terjadi antusiasme tinggi di tribun VIP saat sesi pembagian kaus. Kondisi tersebut diperparah karena tribun yang digunakan merupakan konstruksi nonpermanen.

"Terlebih tribun itu adalah non permanen dan panitia tidak mempertimbangkan kekuatan dari tribun tersebut," ucapnya.

Dia menuturkan, panitia juga tidak memberikan imbauan kepada penonton maupun menempatkan petugas yang bersiaga di setiap tribun untuk mengendalikan pergerakan massa.

Polresta Banyumas memastikan penyelidikan masih terus berlangsung. Pemeriksaan terhadap para saksi dilakukan untuk memastikan penyebab pasti ambruknya tribun sekaligus menentukan ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam penyelenggaraan ajang balap tersebut.


Editor : Kurnia Illahi

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network