Para peternak itik di sepanjang pantura Kota Tegal, Jawa Tengah, mengeluhkan produksi telur itik yang terus mengalami penurunan. (iNews/Yunibar)

“Dalam sehari saya membutuhkan sedikitnya dua basket ikan segar. Harga satu basket ikan Rp75.000 dan bahan pakan lainnya untuk campuran berupa nasi aking dan bekatul,” kata Karyadi, Selasa (7/12/2021).

Menurutnya, anjloknya produktivitas telur itik berdampak berkurangnya stok telur. Namun sayang, ketika stok telur itik berkurang, harga telur itik di tingkat peternak titik tidak mengalami kenaikan yakni Rp1.750 per telur.

“Di musim hujan para peternak harus menambah biaya pakan. Pasalnya nasi aking saat musim hujan susah didapat sebagai penggantinya dengan bekatul. Selain itu ikan yang harganya terus naik,” ujarnya.


Editor : Ahmad Antoni

Sebelumnya
Halaman :
1 2

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network