Setelah sekitar 500 meter berjalan, para seniman berhenti di lokasi air terjun puncak Bukit Widuri. Salah satu dalang lalu memainkan wayang yang mengambil lakon Petruk Jadi Ratu. Tema ini dipilih sebagai sindiran dan ungkapan kekecewaan terhadap kebijakan Bupati yang melarang kembali para seniman untuk pentas.
Ketika Agustus 2020 lalu, Bupati Grobogan mengeluarkan SE pemberian izin pentas para penggiat seni dengan menaati protokol kesehatan. Namun beberapa minggu setelah SE dikeluarkan, Bupati kembali melarang dan menghentikan izin pentas hingga waktu yang tidak ditentukan. Alasannya, untuk menekan penyebaran Covid-19.
“Bupati telah menyengsarakan ribuan warga Grobogan yang mencari nafkah melaui seni tanpa memberikan solusi. Selama mengadakan pentas, para seniman selalu menaati protokol kesehatan,” kata Ketua Forkapi Grobogan, Hardono.
Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait