Seniman saat menggelar pentas wayang kulit di atas bukit sebagai protes kebijakan larangan pentas. Foto: iNews/ Rustaman Nusantara.

Para penggiat seni menganggap Bupati telah menjalankan kebijakan sepihak. Sementara, aksi yang digelar di atas bukti dan berhenti di  air terjun, dimaksudkan agar tidak menyebabkan kerumunan massa yang banyak. Aksi jalan kaki ke puncak bukit sebagai simbol agar tujuannya tercapai dan Bupati segera memberikan izin pentas kembali. 

Selama pandemi Covid-19, para seniman mengaku tidak memiliki penghasilan. Sehingga mereka tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Agar roda kehidupan bisa berjalan, seluruh peralatan untuk manggung, seperti gamelan yang dimiliki, banyak yang dijual atau digadaikan.

Para seniman mengancam akan kembali melakukan aksi yang lebih besar jika tuntutan tidak ditanggapi Bupati. Setelah membacakan petisi, aksi kemudian dilanjutkan dengan potong tumpeng. 


Editor : Ary Wahyu Wibowo

Sebelumnya
Halaman :
1 2 3

BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network