Para penggiat seni menganggap Bupati telah menjalankan kebijakan sepihak. Sementara, aksi yang digelar di atas bukti dan berhenti di air terjun, dimaksudkan agar tidak menyebabkan kerumunan massa yang banyak. Aksi jalan kaki ke puncak bukit sebagai simbol agar tujuannya tercapai dan Bupati segera memberikan izin pentas kembali.
Selama pandemi Covid-19, para seniman mengaku tidak memiliki penghasilan. Sehingga mereka tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Agar roda kehidupan bisa berjalan, seluruh peralatan untuk manggung, seperti gamelan yang dimiliki, banyak yang dijual atau digadaikan.
Para seniman mengancam akan kembali melakukan aksi yang lebih besar jika tuntutan tidak ditanggapi Bupati. Setelah membacakan petisi, aksi kemudian dilanjutkan dengan potong tumpeng.
Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait