CILACAP, iNews.id - Laut Selatan Cilacap, Jawa Tengah, kini dipenuhi ubur-ubur yang menjadi sumber penghasilan baru bagi ribuan nelayan. Melimpahnya hasil tangkapan membuat nelayan beralih memburu ubur-ubur saat hasil tangkapan ikan menurun akibat cuaca buruk.
Hampir setiap hari, perahu nelayan pencari ubur-ubur memenuhi kawasan dermaga Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap. Aktivitas bongkar muat berlangsung sejak pagi hingga sore.
Bahkan, nelayan harus bergantian menurunkan hasil tangkapan karena tempat penampungan tidak mampu menampung seluruh ubur-ubur sekaligus.
Melimpahnya tangkapan membuat nelayan menyiapkan tempat penampungan tambahan. Ratusan kolam sementara dibuat menggunakan terpal untuk menampung ubur-ubur sebelum dibawa ke pengepul.
Musim ubur-ubur ini dimanfaatkan nelayan sebagai sumber pemasukan di tengah minimnya hasil tangkapan ikan. Gelombang tinggi dan angin kencang membuat aktivitas menangkap ikan tidak maksimal sehingga nelayan memilih mencari komoditas yang sedang melimpah tersebut.
Di tingkat nelayan, ubur-ubur dihargai sekitar Rp800 hingga Rp1.000 per kilogram. Hasil tangkapan kemudian diserahkan kepada pengepul sebelum diteruskan ke perusahaan yang bergerak di bidang ekspor.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait