Nilai jualnya meningkat cukup tinggi setelah berada di tingkat eksportir. Harga ubur-ubur dapat mencapai Rp25.000 hingga Rp40.000 per kilogram.
"Di perairan Cilacap ini kurang lebih 500 perahu, terus untuk tangkapan kurang lebih ada 1 ton per kapal. Untuk total ubur-ubur ada 500 ton setiap hari," kata Salah seorang nelayan, Bakri di lokasi, Jumat (18/9/2026).
Sebagian besar komoditas tersebut selanjutnya dikirim ke luar negeri, terutama China dan Vietnam. Dalam kondisi tangkapan melimpah, satu perahu nelayan bahkan mampu membawa lebih dari satu ton ubur-ubur dalam sehari.
Menurutnya, musim ubur-ubur menjadi peluang bagi nelayan untuk tetap mendapatkan penghasilan ketika hasil tangkapan ikan sedang berkurang.
Musim panen ubur-ubur diperkirakan masih berlangsung sekitar satu bulan ke depan. Kondisi tersebut menjadi kesempatan bagi nelayan Cilacap untuk mempertahankan pendapatan dengan memanfaatkan melimpahnya ubur-ubur di perairan selatan.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait