1.000 Penghayat Wringin Seto di Blora kirim Doa dan Ritual untuk Ganjar dan Jateng

Ahmad Antoni ยท Minggu, 14 Agustus 2022 - 11:08:00 WIB
1.000 Penghayat Wringin Seto di Blora kirim Doa dan Ritual untuk Ganjar dan Jateng
Padepokan penghayat Kekadangan Wringin Seto menggelar tradisi Suran ucap syukur kepada Tuhan yang Maha Esa di puncak bukit Desa Soko, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora. (Ist)

BLORA, iNews.id – Padepokan penghayat Kekadangan Wringin Seto menggelar tradisi Suran, yakni ucap syukur kepada Tuhan yang Maha Esa di puncak bukit Desa Soko, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora. Belasan orang berpakaian adat Jawa bersila melingkar dan nasi tumpeng dan sajian makanan berada di tengah-tengah mereka.

Tradisi ini dilaksanakan secara rutin tahunan oleh penghayat kepercayaan yang berpusat di Blora ini. Ada sekitar 1.000 penganut yang bermukim di Blora. Namun hampir 30.000 penganut Wringin Seto tersebar di seluruh Indonesia. Meski tersebar, mereka menyatukan rasa pada malam Suran itu pada Sabtu (13/8/2022) malam..

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu "Indonesia Raya, dan doa dari enam tokoh agama, sebagai rasa syukur kepada Tuhan sekaligus simbol kerukunan antar umat beragama. Usai doa, ada royokan hasil bumi oleh kalangan anak-anak.

Selanjutnya, para sesepuh memimpin kirab yang diikuti oleh dua ribu lima ratus orang yang terdiri dari penganut penghayat Wringin Seto dan warga sekitar. Mereka melakukan kirab Garuda Pancasila dan Bendera Merah Putih, jalan kaki sekitar 300 meter dari pendapa ke lokasi pementasan wayang kulit, sebagai acara pamungkas. Di sana, ribuan warga juga telah menanti prosesi kirab tersebut. 

"Ini cara ucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa oleh Kekadang Wringin Seto yang selama ini mendapat nilai-nilai lebih diwujudkan dalam ucap syukur," ujar Distyo, Penuntun Kekadangan Wringin Seto.

Tumpeng yang disajikan, kata Distyo merupakan simbol kebersamaan dan kerukunan. Seperti halnya dengan doa bersama oleh masing-masing agama yang ada di Indonesia.

"Seperti doa tadi, tumpeng didoakan beberapa agama itu wujud kita biar saling guyub tidak terpisahkan dengan agama A agama B, di saat ini kita buktikan bahwa kita beda tapi tetap satu. Yakni Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila," paparnya.

Editor : Ahmad Antoni

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: