25 Dokter PPDS UNS Solo Positif Covid-19 Bertugas di RSUD Dr Moewardi

Sindonews, Ary Wahyu Wibowo · Minggu, 12 Juli 2020 - 06:26:00 WIB
25 Dokter PPDS UNS Solo Positif Covid-19 Bertugas di RSUD Dr Moewardi
Ilustrasi positif Covid-19. (Foto: Istimewa)

SOLO, iNews.id - Sebanyak 25 dokter yang menempuh program pendidikan dokter spesialis (PPDS) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo dinyatakan positif Covid-19. Mereka sebelumnya menjalani swab secara polymerase chain reaction (PCR) setelah salah satu dokter PPDS UNS dinyatakan positif Covid-19.

Sebelumnya, sekitar 80 mahasiswa yang menempuh program pendidikan dokter spesialis (PPDS) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo menjalani swab dan isolasi. Langkah itu dilakukan setelah salah satu diantaranya mereka dinyatakan positif Covid-19. Mereka yang menjalani swab merupakan mahasiswa yang tengah menempuh PPDS spesialis paru ditambah dosennya.

Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Rumah Sakit (RS) UNS Solo, Tonang Dwi Ardyanto mengungkapkan, 25 mahasiswa PPDS tersebut merupakan tenaga kesehatan (nakes) yang menangani pasien Covid-19. Para mahasiswa itu ditugaskan di RSUD Dr Moewardi Solo.

“Sebagaimana sejak awal, RS UNS mendapat tugas dari rektor untuk bekerja sama dengan RSUD Dr Moewardi Solo dalam menjalankan prosedur standar terkait pandemi Covid-19. Khususnya terkait civitas akademika UNS,” kata Tonang Dwi Ardyanto, Sabtu (11/7/2020).

“Kami berbagi tugas, dari UNS kami bantu agar Moewardi bisa fokus kepada pasien lain,” kata dia.

Terlebih RSUD Dr Moewardi Solo merupakan rujukan pasien Covid-19 dari berbagai daerah. Sehingga jangan sampai di RSUD Dr Moewardi tidak ada tempat karena dipenuhi pasien yang merupakan mahasiswa PPDS UNS. Saat ini, 25 nakes yang sekaligus mahasiswa PPDS tersebut telah berada di RS UNS untuk menjalani masa isolasi.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menduga, tertularnya puluhan nakes itu berasa dari luar. Pemprov Jateng terus melakukan tracing terhadap penyebaran Covid-19 tersebut.

"Dugaannya tertular dari luar, kalau yang menangani ini (Covid-19) malah aman. Tapi yang mesti hari-hati ketika berada di luar. Kalau kemudian dari luar tertular, terus dibawa masuk ke rumah sakit, tidak sadar berhubungan dengan banyak orang, maka potensi itu bisa terjadi," ucap Ganjar.

Editor : Nani Suherni