31 Warga Sragen Eks Jemaah Ijtima Ulama Gowa Segera Dikarantina dan Dites Swab

Antara ยท Jumat, 24 April 2020 - 15:51 WIB
31 Warga Sragen Eks Jemaah Ijtima Ulama Gowa Segera Dikarantina dan Dites Swab
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati. (Foto: Antara)

SRAGEN, iNews.id - Sebanyak 31 warga Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, yang merupakan eks-anggota jemaah Ijtima Ulama Gowa segera dikarantina. Langkah ini dilakukan Pemkab Sragen menyusul keluarnya hasil rapid diagnostic test atau tes diagnostik cepat untuk Covid-19.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan, tes cepat dilakukan kepada 86 orang. Hasilnya 31 reaktif sedangkan yang nonreaktif 55 orang. "Sisanya 15 orang lagi kami lakukan tes hari ini," kata Kusdinar Untung Yuni Sukowati di Sragen, Jumat (24/4/2020).

Kusdinar mengatakan manajemen perlakuan kepada 31 orang ini, yaitu akan dikarantina hingga hasil tesnya negatif. Sebab, hasil rapid test yang positif harus segera disusuli dengan tes swab atau polymerase chain reaction (PCR).

"Di situ harus mengambil dari nasofaring dan orofaring. Nanti swab akan dilakukan tujuh hari lagi sampai masanya mereka negatif," katanya.

Dia mengatakan, untuk bisa menjadi negatif corona, dibutuhkan waktu lebih lama. Bahkan, waktunya bisa lebih dari 14 hari.

Sementara itu, saat ini 31 orang tersebut masih berada di rumah masing-masing. Pada hari Minggu atau Senin minggu depan, mereka akan dijemput oleh perwakilan pemda untuk selanjutnya diantar ke tempat karantina.

Bupati mengimbau agar selama mereka berada di rumah,  tidak melakukan kegiatan atau pelayanan apapun. Saat ini pemerintah sedang mempersiapkan tempat karantina. "Awalnya kami akan karantina di masjid tempat beliau masing-masing tinggal, tetapi mereka bilang mengikuti pemerintah saja," katanya.

Dia menambahkan, jika hasil dari swab nantinya positif, petugas medis akan melihat kondisi masing-masing pasien. Kalau secara umum kondisinya baik atau tidak ada keluhan, maka pasien bisa tetap di tempat karantina.

"Kalau ada keluhan maka harus dibawa ke rumah sakit, kami ada beberapa rumah sakit, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Suhadi Prijonegoro dan RSUD dr Soeratno. Kami juga ada RS darurat yang ada ruang isolasinya," katanya.


Editor : Maria Christina